Aher: Dampak Krisis Air & Pangan Lebih Hebat Dari Krisis Energi

Aher: Dampak Krisis Air & Pangan Lebih Hebat Dari Krisis Energi
0 Komentar

Apabila dibandingkan dengan negara lain, tingkat pertumbuhan ekonomi Indonesia masih tinggi bersama China dan India. Pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di angka 4,79% dengan inflasi 3,02% (angka sementara BPS). Sementara pertumbuhan ekonomi Jawa Barat pada 2016 mencapai 5,67%. Angka ini tertinggi dibanding provinsi lainnya di Pulau Jawa. Sektor penyumbang terbesar pertumbuhan ekonomi di Jawa Barat yaitu dari sektor informasi dan komunikasi mencapai 14,27%.

Namun, kontribusi besar pertumbuhan ekonomi Jawa Barat dari sektor ini harus bisa diantisipasi. Hal ini agar tidak berpengaruh terhadap tingkat penyerapan tenaga kerja, dimana sektor informasi dan komunikasi bisa mengakibatkan alih sumber daya dari tenaga kerja manusia menjadi sumber daya berbasis teknologi.

“Ingat di masa lalu satu persen pertumbuhan ekonomi bisa menyerap 400 hingga 500 ribu tenaga kerja. Pada saat ini, satu persen pertumbuhan ekonomi di Indonesia hanya mampu menyerap tenaga kerja sekitar 90.000 orang,” tutur Aher.

Baca Juga:Sungai Cikijing Segera DinormalisasiPemkab Bekasi Akan Realisasikan PABX

“Penyebabnya boleh jadi hari ini dengan perkembangan teknologi, sejumlah pekerjaan sudah diserahkan ke teknologi. Tidak lagi oleh manusia. Dampaknya investasi mejadi lebih efisien, produksi menjadi lebih optimal, tetapi serapan tenaga kerja menjadi berkurang,” tambahnya.

Untuk itu, melalui Seminar Nasional ini diharapkan para akademisi bisa memikirkan tindakan perekonomian atau usulan dan rancangan ekonomi masa depan yang bisa berdampak luas untuk menyelesaikan masalah sosial masyarakat saat ini. (hms/rls)

0 Komentar