Peringati Hari Air Sedunia, 2.000 Warga Ciledug Kompak Bersihkan Sampah

Peringati Hari Air Sedunia, 2.000 Warga Ciledug Kompak Bersihkan Sampah
0 Komentar

CIREBON – Memperingati Hari Air se-dunia, Warga Ciledug, Kecamatan Ciledug, Kabupaten Cirebon, bergotong royong membersihkan sampah, Minggu (19/3). Sedikitnya, ada  2.000 peserta dari berbagai kalangan yang turut membersihkan sampah. Kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian lingkungan agar masyarakat tidak membuang sampah ke sungai yang dapat mengakibatkan banjir. Sampah yang dihasilkan akan dikumpulkan lalu didaur ulang, baik sampah organik maupun non organik.

Kepala Badan Perencanaan Pembangungan Daerah (Bappeda) Kab Cirebon, Deni Supdiana mengatakan, kegiatan ini dilakukan sebagai wujud cinta sungai. “Saya kira ini hal-hal yang baik buat kita semua dan sudah waktunya pemerintah daerah memberdayakan masyarakat dalam segala bidang, termasuk dalam hal penanganan sampah,” ujar Deni.

Ia mengatakan, perlu adanya penanganan jalur-jalur sungai maupun lingkungan sungai agar terbebas dari sampah. Menurutnya, hal ini adalah terobosan pemerintah Provinsi maupun Pemkab Cirebon dalam rangka pemberdayaan komunitas masyarakat yang ada di Kab Cirebon. “Gerakan ini adalah salah satu edukasi untuk masyarakat dan diharapkan tidak hanya pada saat seremonial Hari Air se-Dunia saja, tetapi untuk kedepannya menjadi budaya masyarakat kita, yakni budaya gotong royong, budaya bebersih,” tandasnya.

Baca Juga:Abdy: Pengganti Gotas Dari PDIP, Bukan Partai LainKH. Uyan Ruhiyat: Kembalikan NU ke Habitatnya sebagai Ponpes

Sementara itu, Camat Ciledug, Solihin mengatakan, peringatan Hari Air se-Dunia juga digandengkan dengan HUT Kabupaten Cirebon yang ke-535 yang diprakarsai oleh Petakala Grage. “Kita ketahui bersama bahwa Kab Cirebon sudah darurat sampah. Maka ide yang muncul dari Petakala Grage dengan membuat ekobrik ini kita dukung penuh. Ekobrik adalah sampah plastik yang dimasukkan ke delam botol bekas air mineral. Mudah-mudahan ini menjadi budaya dimanapun kita berada,” jelas Camat Ciledug.

Lebih lanjut Camat menginginkan, sampah seyogyanya dapat dikelola supaya tidak menjadi masalah yang menggangu masyarakat. “Mudah-mudahan berawal dari Desa Ciledug, akan menjadi contoh bagi yang lainnya. Adapun kegiatan hari ini berhasil mengumpulkan kurang lebih 2.000 peserta dari mulai anak-anak TK, Klober, PAUD, SD, SMP, SMA, dan masyarakat. Para Lurah (Kuwu) juga hadir sejak pagi,” katanya.

0 Komentar