Kembali disinggung bahwa ia merupakan kandidat Ketua PCNU Karawang yang merupakan “jagoan” dari adik kandungnya yaitu Wakil Bupati Karawang, H. Ahmad Zamakhsyari (Kang Jimmy), KH. Uyan menepisnya dengan tegas.
“Saya kira itu hanya tawahum saja, sesuatu yang belum tentu benar adanya, hanya prasangka-prasangka dari pihak luar saja. Walaupun memang benar saya secara nasab merupakan kakak kandung wakil bupati. Akan tetapi saya sudah berkomitmen dengan dia pribadi bahwa saya tidak akan pernah mau dimanfaatkan. Justru sebaliknya saya akan memanfaatkan beliau untuk kemaslahatan NU, itu perlu dicatat,” terangnya.
Selain itu, KH. Uyan juga mengaku jika pencalonannya juga membawa misi ataupun cita-cita almarhum ayahnya KH. Bisri Syafe’i serta para kiyai untuk kembali mempersatukan NU Karawang yang sempat terkotak-kotakan.
Baca Juga:Membludak! Ribuan Orang Ingin Jadi PolisiNasdem Resmi Usung Ridwan Kamil untuk Pilgub Jabar 2018
“Satu hari sebelum almarhum meninggal, saya sempat ngobrol dengan almarhum panjang lebar. Beliau menitipkan beberapa hal tentang PCNU ke depan. Oleh karena itu, saya anggap ini sebagai wasiat. Maka tidak mungkin saya bisa menjalankan semua amanah almarhum dan para kiyai tanpa menjadi ketua PCNU dulu. Maka la-haula saya maju,” katanya.
Menurut Kiyai yang masih merupakan pimpinan Pondok Pesantren Attarbiyah tersebut, ia sendiri mengaku optimis bisa mendapatkan 21 suara untuk kemenangan pencalonannya. Sehingga rasa optimis tersebut yang membuatnya tidak takut untuk bertarung dengan kandidat Ketua PCNU Karawang, Acep Jamhuri.
“Insya Allah kita optimis lebih dari 21 MWC kita pegang. Saya harapkan tidak ada pemilihan secara voting lagi, supaya tidak ada gontok-gontokan atau kubu-kubuan lagi seperti yang terjadi 5 tahun ke belakang. Insya Allah saya optimis hari ini saya berkesempatan untuk melanjutkan perjuangn ayah saya yang tertunda. Melanjutkan perjuangan para pendiri NU yang tertunda, Insya Allah saya menang dalam konfercab NU kali ini,” pungkasnya.(adk)
