Kabupaten Cirebon ini milik bersama, jadi siapa pun berhak untuk memajukan Kabupaten Cirebon. “Mari tinggalkan ego kita, kalau mau membangun jangan hanya mampu membuat pencitraan saja, tetapi lebih kepada bagaimana Kabupaten Cirebon ini mau dibawa kemana dan dijadikan apa, ini butuh pemikiran bersama,” sambungnya.
Masih dikatakan Kang Luthfi, soal sampah, banjir ini tugas siapa? Ini tugas bersama. Dan datanglah ke masyarakat, hadirlah di tengah tengah masyarakat, untuk apa? Agar kita tahu kondisi masyarakat. “Saya calon Bupati yang tidak memiliki banyak uang, tetapi saya tidak malu dengan datang dan terjun langsung di tengah-tengah masyarakat. Dengan saya hadir disana saya tahu apa keinginan dan kemauan masyarakat, dan saya juga bisa merasakan sulitnya kondisi masyarakat saat sekarang,” tambahnya.
Lebih jauh disampaikan Kang Luthfii, persoalan minimnya hak pilih, dari sisi mana dan apa permasalahnnya, ini yang harus diketahui bersama. Setelah tahu barulah kita lakukan. “Kita harus melakukan riset untuk mengetahui persoalan dan permasalahan tentang partisipasi masyarakat, karena riset itu perlu dilakukan,” tegasnya.
Baca Juga:Tokoh Anti Korupsi, Gamawan Fauzi Turut Menikmati US$ 4,5 Juta Dan Rp 50 Juta e-KTPKena Virus Superbug, Nadia Vega Tunda Miliki Momongan
Diakhir, untuk meraih kemenangan pada pilkada 2018, dirinya hanya membutuhkan kerjasama dan kerja bareng. dengan komitmen dan militansi dibangun kemenangan pasti akan diraih. “Kita kerja, semua kita kerja, untuk meningkatkan hak pilih diangka 75 persen itu pasti terwujud, dengan kerja bersama-sama, termasuk juga untuk pilkada 2018,” tukasnya. (gfr)
