KARAWANG – Ketua Umum Laskar NKRI, Suparno selaku dalah satu LSM yang tergabung dalam aliansi LSM besar Karawang yang mengungkap cacat adminisrasi IMB Dormitori PT Surya Cipta Swadaya, menanggapi pertanyaan yang diajukan masyarakat terkait kelanjutan proses IMB Dormitory, bahwa aliansi tetap melanjutkan pergerakannya.“Kami tidak berhenti, terus bergerak, kami menghormati proses sebagaimana diatur oleh Perda. Penegakan hukum tidak boleh dengan cara melanggar hukum. Hari rabu (18/1), adalah hari terakhir dari tujuh hari yang diberikan DPBMPT untuk memperbaiki adminisrasi IMB, kita hormati prosedur tersebut,” katanya. Suparno meragukan itikad baik PT Surya Cipta untuk melaksanakan perbaikan adminisrasi.
“Dalam hal ini kemungkinan ada dua, PT Surya Cipta tidak memiliki bukti hak atas tanah, atau sengaja mempermainkan Pemda Karawang. Sebab telah beberapa kali dipanggil DPMPT, tetapi mereka tidak pernah menunjukan bukti hak atas tanah terhadap IMB dormitory. Maka saya meragukan itikad baik PT Surya Cipta, saya khawatir ada scenario mengadu domba aliansi dengan pemda,” katanya.
Ketika ditanya rencana konkret pergerakan kedepan, Ketua Umum NKRI omo secara diplomatis mengatakan. “Kami orang Karawang. Perda adalah salah satu marwah masayarakat Karawang. Maka kami siap kawal perda tentang bangunan gedung sampai perda berdiri tegak. Satu hal yang harus diketahui, membongkar dormitory bukan tujuan kami, tetapi itu adalah resiko pelanggaran terhadap perda,” jelas Uwa Suparno, sapaan akrabnya.
Baca Juga:Sadis Saat Beraksi, Delapan Begal Ini Akhirnya DiringkusBegini Tekad Kuat BPN Bersihkan Pungli
Sementara anggota aliansi lainnya, Iwan Pitung, selaku ketua KPMP Markas Cabang Karawang, mengingatkan PT Surya Cipta agar tidak main-main terhadap masalah ini. “Saya mengingatkan kepada mereka agar tidak main-main terhadap perda. Ini masalah serius. Kalau memang ada masalah lain yang harus diselesaikan, selesaikanlah. Kalau memang tanah tersebut belum dibeli, belilah secara benar dan sah. Karena kami tidak akan pernah cape, apalagi berhenti dari masalah ini. Sampai kapan pun kami akan terus bergerak,” tegasnya.
Uwa menambahkan, jangan merasa kuat kemudian mencaplok tanah masyarakat semaunya. “Saya mengatakan ini karena curiga. Sebab mereka tidak pernah dapat menunjukan bukti hak atas tanah. Dan tidak terutup kemungkinan kami yang tergabung dalam aliansi LSM. Suatu saat akan bergerak untuk memberikan advokasi dan bantuan hokum terhadap masyarakat yang tanhanya dirampas oleh kawasan industry,” tambahnya.
