Ormas & LSM Cirebon Bersatu, Desak Polisi Usut Tuntas Premanisme Saat Istighosah

Ormas & LSM Cirebon Bersatu, Desak Polisi Usut Tuntas Premanisme Saat Istighosah
BERSATU - Sejumlah LSM dan Ormas di Kota Udang menyatukan tekad untuk mengawal kasus premanisme saat istighosah di Kantor Bupati hingga tuntas.
0 Komentar

Dukungan sendiri bukan hanya datang dari Ormas dan LSM dari Kabupaten Cirebon saja, Lembaga Bantuan Hukum PBNU ikut mendukung langkah hukum yang ditempuh oleh aliansi terhadap pelemparan yang melukai tiga orang jamaah. “Siapa yang bertanggung jawab, itulah yang memiliki kewenangan atas Kantor bupati. Maka, kalau ada anggapan adanya intelektual leader atas kasus ini,hal tersebut tidak bisa disalahkan. Dengan kata lain, kita juga sudah mengarahkan para korban melakukan pelaporan dan di visum et repertum sebagai emnguat laporan,” terang Waswin Janata.

Meskipun demikian, Waswin meminta kepada semua pihak untuk tidak keluar dari koridor awal pergerakan dibentuk. Dia menyebutkan, tujuan utama dari gerakan ini adalah pengusutan dugaan Gratifikasi yang terjadi di RSUD Arjawinangun dan juga pembentukan panitia khusus oleh DPRD Kabupaten Cirebon terkait gratifikasi tersebut. “Kita tidak ditunggangi oleh kepentingan apapun dan kelompok manapun. Kita ingin Kabupaten Cirebon bersih dan dua tuntutan itu yang menjadi landasan pergerakan kami. Terkait adanya insiden yang terjadi, itu diluar keinginan kami dan bahkan kita sendiri sangat tidak terima kalau aksi kami malah dilempari. Sebagai tanah islam, tidak seharusnya kejadian itu terjadi dan kita yakin pendiri Kabupaten Cirebon juga tidak akan terima apabila melihat langsung kejadian tadi pagi,” tandasnya.

Pantauan dilapangan, ada beberapa ormas dan LSM lainnya yang menyatakan ikut mendukung langkah ACB. Ormas/LSM yang dimaksud itu diantaranya GMBI, Repdem dan beberapa tokoh masyarakat lainnya.(gfr)

0 Komentar