Ormas & LSM Cirebon Bersatu, Desak Polisi Usut Tuntas Premanisme Saat Istighosah

Ormas & LSM Cirebon Bersatu, Desak Polisi Usut Tuntas Premanisme Saat Istighosah
BERSATU - Sejumlah LSM dan Ormas di Kota Udang menyatukan tekad untuk mengawal kasus premanisme saat istighosah di Kantor Bupati hingga tuntas.
0 Komentar

Senada, Ketua Ormas Laskar Merah Putih, Agustinus menyatakan tindakan premanisme yang diduga dilakukan oleh oknum ormas tersebut tidak bisa diterima. Dirinya menegaskan pelemparan tersebut sudah sangat melecehakn agama islam. “Ini jelas sudah penistaan agama islam dan saya sangat mengutuk tindakan premanisme tersebut,” singkatnya.

Masih ditempat yang sama, Ketua GNPK dan Pemuda Panca Marga Kabupaten Cirebon, Hamzah Hariri menyebutkan kegiatan istighosah ini merupakan tindakan legal yang sudah dilindungi oleh perundang-undangan. Akan tetapi, dirinya juga menyatakan heran dengan sikap pemerintah daerah yang justru mempercayakan keamanan kepada preman dan bukan aparat penegak hukum. “Kenapa Satpol PP dan kepolisian justru berada di luar dan yang di dalam (halaman kantor bupati, red) adalah preman. Ini jelas menunjukkan ketidakpercayaan pemerintah kepada dua institusi tersebut karena lebih memilih preman yang mengamankan daripada keduanya. Mereka yang melakukan pelemparan itu sudah melampaui batas karena kita sendiri sudah dilindungi hukum dalam melakukan penyampaian aspirasi,” katanya.

Sementara itu, Wahana Anak Negeri Indonesia (Wani) Kabupaten Cirebon menilai tindakan yang terjadi kali ini merupakan settingan dari sejumlah actor. Oleh karena itu, dengan bukti yang ada selama istighosah, maka dugaan adanya actor intelektual sangat besar. “Kita lihat sendiri bagaimana hal tersebut terjadi. Tidak mungkin kalau tidak ada yang menggerakan dan menyuruh melaukan pelemparan. Maka dari itu, selain kita minta pelaku pelemparan ditangkap, kita juga ingin diungkap siapa dalang dari semua ini,” ungkap Ayiep M Rifki selaku perwakilan Wani.

Baca Juga:Bank BJB Cianjur “Ngawangun Lembur” Bareng 360 KadesLagi Berdoa Dilempari Batu, Dudi: Ini Penistaan Agama!

Dilanjutkan Koordinator aksi, Qorib Magelung Sakti, pihaknya sudah melakukan pelaporan terhadap tindakan yang dilakukan oleh para preman. Bahkan, dirinya menegaskan akan segera memberikan tembusan ke Polda Jawa barat dan Mabes Polri. “Bagaimana tidak disebut preman kalau kegiatan istighosah saja dilempari oleh mereka. Apalagi kalau kita diam, maka bukan tidak mungkin kita akan lebih ditindas. Maka dari itu, saya sendiri mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang sudah mendukung dan saya tegaskan lagi, kegiatan seperti ini tidak akan berhenti dan akan terus kita lakukan,” ungkapnya.

0 Komentar