Aher pun mengaku usai dirinya melihat keindahan ciptaan sang Maha Kuasa ini, bisa menambah tauhid dan keimanan kita. Menurutnya alam semesta ini luar biasa indah dan bisa meningkatkan ketaatan kita kepada Tuhan.
“Kesimpulan kekaguman pada alam semesta yang sangat besar ini pasti penciptanya lebih besar lagi, lebih Maha Besar lagi. Kesimpulannya kita tunduk patuh kepada Tuhan yang menciptakan alam semesta yang besar dan Tuhan yang menciptakannya pasti maha besar lagi,” ungkap Aher.
Aher pun ingin kegiatan ini bisa dilaksanakan secara rutin oleh Lapan. Karena hal ini memberikan pengetahuan kepada masyarakat tentang keantariksaan dan alam semesta yang begitu besarnya.
Lampu, Polusi Cahaya Untuk Langit
Baca Juga:Pemerintah Jawa Barat akan Kembangkan Budidaya Padi RatunNasabah Bank Mandiri Dijarah di ATM BRI Indomaret Asjap
Peneliti Matahari dan Antariksa Lapan Bandung Tiar Dani mengatakan, cahaya lampu – khususnya yang ada di daerah perkotaan bisa berdampak buruk untuk alam semesta termasuk keindahan tata surya, galaksi-galaksinya yang ada di dalamnya, bahkan makhluk hidup.
“Polusi cahaya (yang ada di bumi) itu lebih terang daripada bintang. Bintang-bintang yang redup atau seperti planet Mars itu paling ga sampe berapa watt lampu. Jadi, kalau lampunya lebih terang Marsnya ga akan kelihatan,” terang Tiar.
Untuk itu, dampak yang timbul dari kondisi gelap atau matinya lampu akan berdampak signifikan terhadap penglihatan kita kepada bintang-bintang dan planet yang ada di Tata Surya.
“Tadi saya sangsi lihat tiga (Mars, Saturnus, dan Scorpio), ternyata begitu dimatikan (lampu) untungnya kelihatan. Kalau lebih gelap lagi kita bisa melihat lengan galaksi tadi,” lanjut Tiar.
Tiar pun mengatakan pihaknya tidak bisa menampik perkembangan daerah perkotaan dimana dibutuhkan kondisi terang dari cahaya lampu ketika malam hari. Namun, dia juga berharap dengan acara yang digelar setiap 6 Agustus ini masyarakat bisa menikmati keindahan langit di malam hari secara maksimal.
“Mudah-mudahan dengan acara setiap 6 Agustus ini, mematikan lampu selama satu jam masyarakat bisa menikmati bintang dan planet. Saya juga sempat baca itu (cahaya lampu) bisa berpengaruh juga secara biologis kepada manusia dan hewan. Contohnya kita sekarang jarang mendengar Jangkrik, karena raut cahaya itu dianggapnya siang terus,” pungkasnya. (jp)
