Plt. Bupati Subang Imas Aryumningsih mengatakan banjir bandang ini terjadi akibat longsor. Namun, ia mengaku longsor tersebut terjadi bukan karena maraknya penebangan pohon di kawasan hutan. Imas menjelaskan, bencana terjadi karena tanah di kawasan tersebut yang memang rawan longsor. Longsoran tanah tersebut kemudian tertahan oleh pohon besar yang tumbang, sehingga menyumbat aliran air dan kemudian air tersebut menerjang pemukiman warga. “Bencana ini terjadi Minggu jam 9 malam dan memang hujan terus menerus malam itu. Dan terjadi longsor dari gunung. Sebetulnya (hutan) terjaga banget tidak banyak penebangan pohon hanya memang alur tanahnya saja yang memang rawan dan curam, gunungnya tinggi,” ungkap Imas.
Pada kesempatan ini Pemprov Jawa Barat pun memberikan bantuan kepada masyarakat korban bencana banjir bandang ini. Bantuan yang diberikan berupa beras dan berbagai jenis makanan instan, air mineral, genset, mesin penyedot air, dan peralatan bangunan lainnya, selimut, handuk, keperluan kewanitaan dan bayi. Selain itu ada juga bantuan dari Badan Ketahanan Pangan Jabar yaitu sebanyak 3.930 kg beras dan bantuan dari BNPB berupa family kit, alat kesehatan, baju anak, tambahan gizi, lauk pauk, dan makanan siap saji. (jay/jp/rls)
