BANDUNG – Ada lima agenda penting yang menjadi pembahasan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) bank bjb yang digelar di Ballroom The Trans Luxury Hotel Bandung, Rabu (23/3). Adapun agenda yang dimaksud yaitu pertama, persetujuan laporan tahunan direksi mengenai keadaan dan jalannya perseroan termasuk laporan pelaksanaan tugas pengawasan dewan komisaris untuk Tahun Buku 2015 dan pengesahan laporan keuangan perseroan Tahun Buku 2015.
Kedua, penetapan penggunaan laba bersih termasuk pembagian dividen untuk Tahun Buku 2015. Ketiga, pemberian kuasa kepada dewan komisaris untuk melakukan penunjukan Kantor Akuntan Publik guna mengaudit laporan keuangan perseroan Tahun Buku 2016. Kemudian keempat, yaitu laporan penggunaan dana hasil penawaran umum perdana saham perseroan pada tahun 2015.Terakhir kelima, yaitu penambahan komisaris.
“Bank bjb senantiasa berkomitmen untuk mencatatkan pertumbuhan bisnis yang berkualitas dan berkelanjutan. Sehingga untuk pembagian dividen per share yang telah disetujui pada RUPST Tahun Buku 2015 adalah sebesar Rp 84,8,” ujar Direktur Utama bank bjb Ahmad Irfan kepada wartawan saat conferensi pers. Dalam RUPST ini hadir pula para pemegang saham bank bjb, serta jajaran Direksi dan Komisaris bank bjb. “Pada Tahun Buku 2015 ini, perseroan telah melakukan penambahan Jajaran Komisaris bank bjb dengan menunjuk Sdr.Suwarta,” ungkapnya.
Baca Juga:Ini Penampakan Irwan, Usai Dijengut Marshanda, Sempat Dikasih Uang Jajan Rp100 RibuAher Serahkan SK Pemberhentian Bupati Sumedang
Terkait kinerja, jelas Irfan, dari segi makro ekonomi tahun 2015 merupakan tahun yang penuh tantangan bagi industri perbankan di Indonesia termasuk bank bjb.Mengingat tidak adanya ketidakpastian kondisi perekonomian global yang juga berdampak pada perekonomian Indonesia.Namun di tengah kondisi perekonomian yang tidak stabil tersebut, bank bjb tetap dapat mempertahankan bahkan meningkatkan kinerja yang positif.
Karena itu, dengan semangat pertumbuhan yang berhasil ditularkan oleh manajemen kepada segenap organisasi bank bjb, per Desember 2015, di tengah perkembangan industri perbankan di Indonesia yang turun sebesar -6,7%, perseroan berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp 1,38 triliun atau meningkat 24,7% (y-o-y), dan total aset bank bjb sepanjang tahun 2015 juga mengalami kenaikan sebesar 16,9% (y-o-y) atau mencapai Rp 88,7 triliun, meningkat jauh diatas rata-rata industri perbankan di Indonesia pada tahun 2015 yang hanya tumbuh sebesar 9,2 %.
