Nyumarno Tantang Neneng 1X24 Jam Sediakan Fasilitas PICU/NICU

Nyumarno Tantang Neneng 1X24 Jam Sediakan Fasilitas PICU/NICU
0 Komentar

Menurut Nyumarno, masalah klasik terulang, dan tak kunjung ada solusi konkret. Ironisnya, kata ayah anak satu ini, tatkala pihaknya bersama masyarakat Kabupaten Bekasi atau pasien selalu harus kebingungan mencari ruangan NICU/PICU. Hal tersebut tentu saja berdampak buruk kepada masyarakat, banyak pasien balita dan anak-anak terpaksa tidak tertolong saat tidak dapat NICU/PICU di RSUD Kabupaten Bekasi.

Dengan tidak adanya fasilitas NICU/PICU tersebut, Nyumarno mengungkapkan, dirinya telah mendapatkan permohonan atau permintaan pertolongan dari rekan GMNI yang sedang mendampingi mengadvokasi pasien dan bersama rekan-rekan Fisip Unisma Bekasi agar dapat membantu bayi atas nama Rasya Saiful peserta BPJS berumur 3 bulan warga Kecamatan Tarumajaya yang sedang kritis yang membutuhkan perawatan NICU. Lanjut dia, telah bersusahpayah pihak keluarga Rasya Saiful untuk mencari pertolongan, karena minimnya dana yang dimiliki keluarga Rasya Saiful yang bermodalkan sebagai peserta BPJS beberapa rumah sakit di Kabupaten Bekasi dan termasuk RSUD Kabupaten Bekasi mengaku tidak mempunyai fasilitas ruang perawatan NICU.

Hanya ada satu rumah sakit yang memiliki fasilitas ruang perawatan NICU yaitu RS Adam Thalib yang terletak di daerah Kecamatan Cikarang Barat, namun sayangnya pihak keluarga Rasya Saiful ditolak menggunakan BPJS, karena pihak RS Adam Thalib tidak bekerjasama dengan BPJS dan otomatis pihak keluarga Rasya Saiful diwajibkan untuk membayar Rp.4,2 juta diawal agar bisa dirawat.

Baca Juga:UMK Tinggi, Ratusan Perusahaan akan Hengkang dari Karawang2015, Banyak Guru di Kabupaten Cirebon Bercerai

“Saya pun segera putar otak, menelepon sana-sini untuk menolong Rasya Saiful yang sedang kritis membutukan NICU, saya telepon mulai dari pihak-pihak rumah sakit sampai telepon kepada relawan-relawan kesehatan/Jamkeswatch dan PIC BPJS. Lalu pada 6 Januari 2016 lalu, pada jam 01:30 dini hari saya juga telepon Dirut RSUD Kabupaten Bekasi, sigap juga ibu Dirut, jam berapapun telepon diangkat. Saya kembali menanyakan kesiapan instalasi NICU di gedung E1 RSUD Kabupaten Bekasi, bu Dirut menjawab, mohon dukungan siang ini 7 Januari 2016 akan maksimalkan pemasangan dan instalasi NICU di Gedung RSUD agar dapat beroperasi secepatnya. Sampai siang ini jam 11:30 kembali saya telepon, sedang menyiapkan ruangkan NICU/PICU agar segera disiapkan RSUD Kabupaten Bekasi. Namun sayangnya usaha saya itu sia-sia, pasalnya beberapa Dokter mengabarkan atau memberikan laporan seperti Dr.Arif RSUD Kabupaten Bekasi kesiapan NICU/PICU RSUD Kabupaten Bekasi belum bisa siap,” ungkap Nyumarno, setelah membaca pesan handpone selulernya dari pihak RSUD Kabupaten Bekasi.

0 Komentar