“Jadi awal 2016 ditargetkan tuntas, agar bisa langsung pembebasan lahan,” katanya usai menggelar rapat evaluasi Tol Bocimi dan Bogor Ring Road bersama Sekda Jabar di Ciawi, Bogor, di hari yang sama. Menurutnya, DED seluruh seksi tol tersebut sudah ada, namun pihak kementerian meminta agar ada kajian ulang mengingat perkembangan di lapangan seperti jika desain yang ada malah terganjal oleh bangunan seperti yang terjadi di seksi I Ciawi – Leuwigombong/Lido.
Azis yakin pembebasan lahan bisa dilakukan 2016 mendatang seiring dengan dimulainya pembangunan fisik seksi I. Pembebasan dinilai akan lebih mudah mengingat penetapan lokasi sudah ada dan proyek tidak mengubah keberadaan desa yang dilintasi. “Ini hanya masalah detail trase supaya pembebasan lahan pas,” ujarnya. PT Jabar Trans Tol sendiri masih mengebut agar pembangunan fisik seksi I yang terbagi dalam tiga paket pekerjaan bisa selesai pada Juli 2017. Diakui Azis seksi I cukup menyedot perhatian karena ada sejumlah ruas terganjal lahan yang belum bebas sekitar 8%. (jay/dbs)
