KELUARGA besar Delea Nur Alvita (20), mahasiswi Universitas Negeri Jakarta (UNJ) yang sebelumnya dikabarkan hilang, kemudian ditemukan tewas, masih menyimpan tanda tanya atas kepergian Delia yang dinyatakan meninggal karena kecelakaan di Cianjur. Menurut mereka, ada beberapa kejanggalan dalam kasus meninggalnya Delia akibat kecelakaan. Berikut kejanggalan-kejanggalan itu, menurut versi orang tua Delia:
Pertama, Hp dan tas Delia dinyatakan hilang. Tapi sim card HP itu dan Kartu identitas Delia ada. Kedua, kenapa Delia berada di Cianjur. Ketiga, polisi memberi kabar soal kecelakaan putrinya kepada keluarga beberapa hari setelah kejadian. Padahal saat itu polisi menyebut Delea membawa kartu identitas.
“Kedua, kabar yang kami terima dari pihak kepolisian memang begitu (kecelakaan tunggal), namun ada sejumlah barang Delea yang hilang dan kenapa dia berada di daerah Cianjur? sampai sekarang saya sendiri masih belum paham,” ujar Ibunda Delea, Kania Aprianti (43) di rumah duka, Kampung Pangadegan, RT 24 RW 10 Desa Sundawenang, Kecamatan Parungkuda, Sukabumi, Selasa (10/11/2015).
Baca Juga:Wiranto Dirikan LSM di BekasiPemerintah Bakal Kucurkan Rp4 Triliun untuk Pelabuhan Cirebon
Keheranan Kania bertambah karena kepolisian memberi kabar soal kecelakaan putrinya kepada keluarga beberapa hari setelah kejadian. Padahal saat itu polisi sambung Kania menyebut Delea membawa kartu identitas.
“Kecelakaan Minggu (8/11/2015) kan ada alamat, atau minimal kartu identitas mahasiswanya. Kenapa gak langsung mengabari keluarga, saya sendiri mengetahui sekira pukul 00.00 WIB Senin malam Selasa dikabari salah seorang teman Delea. Posisi saat itu benar benar lagi kebingungan mencari keberadaan Delea di Jakarta,” lanjut Kania.
Keluarga, sambung Kania berharap pihak kepolisian bisa membuka kejadian yang sebenarnya terkait kecelakaan Delea. “Kita akan ikuti terus perkembangan penyelidikan dari pihak kepolisian, termasuk sejumlah kejanggalan yang saya sebut tadi. Tadi pagi sekitar pukul 07.00 WIB, pas saya jemput ke RSUD Cianjur juga nggak sempat bertanya banyak ke polisi karena posisi saya sendiri masih syok,” kata Kania.
Sementara itu, Kasatlantas Polres Cianjur, AKP Didin Jarudin menyebut Delea memang mengalami kecelakaan di wilayah hukumnya. Tetapi pihaknya mengalami kesulitan melakukan pengungkapan karena tak adanya saksi saat kejadian.
“Tubuh korban dibawa oleh petugas polsek ke RSUD Cianjur, menurut anggota tidak ada saksi di sekitar lokasi karena waktu masih pagi masuk ke dinihari. Namun diduga korban mengalami kecelakaan tunggal antara pukul 02.00 WIB dan 03.00 WIB, Minggu (8/11/2015),” tutur AKP Didin, Selasa (10/11/2015).
