MESKI polisi sudah menetapkan Agus (25), mantan pembantu rumah tangga di kediaman Margareth sebagai tersangka atas tewasnya Angeline, namun masih ada beberapa kejanggalan.
Sebelum bocah berusia delapan tahun itu ditemukan tak bernyawa di belakang rumahnya, Jalan Sedap Malam Nomor 26 Denpasar, Bali, Agus sempat memberikan keterangan mengejutkan. Agus mengaku tahu banyak soal kematian Angeline dan kaitannya dengan Margaret yang tak lain ibu angkat bocah tersebut.
Pengakuan Agus itu disampaikan aktivis perlindungan perempuan dan anak di Bali, Siti Supura, setelah mendapat informasi dari penyidik. Agus mengakui itu setelah polisi menemukan Angeline tewas dan terkubur di belakang rumah Margaret, Rabu (10/6). “Setelah Angeline ditemukan, dia baru memberikan pengakuan jika dialah yang menguburkan Angeline atas perintah Margareth,” kata aktivis yang biasa dipanggil Ipung itu.
Baca Juga:Tiga Pekan Hilang, Bocah Cantik Angeline Ditemukan Tak Bernyawa Bersama BonekanyaKaryawan Honda Asal Cirebon Tewas Terlindas Mobil Tanki
Pada 16 Mei 2015, tutur Ipung mengulang pengakuan Agus, Angeline tengah menggambar di kamarnya. Lalu, Margaret memanggil Angeline. Bocah yang masih duduk di bangku kelas 2 SD itu pun berlari menuju kamar ibu angkatnya tersebut. Selang 10 menit kemudian, Margaret berteriak menyebut-nyebut nama Angeline. Suaranya seperti meratapi sebuah penyesalan yang luar biasa. “Diduga kuat Angeline mati saat itu setelah disiksa dan dibunuh,” ujarnya.
Sekira pukul 19.00 WIB, Margaret memanggil Agus. Ibu dua anak itu meminta Agus menguburkan Angeline di belakang rumahnya, dekat kandang ayam. Kemudian Margaret melapor ke polisi bahwa Angeline hilang saat tengah bermain di depan rumah mereka. Pengakuan Agus itu sesuai dengan hasil pencarian polisi. Kurang lebih tiga pekan setelah kejadian, atau Rabu 10 Juni, polisi menemukan sebuah gundukan tanah di belakang kandang ayam di rumah Margaret.
Setelah digali, polisi menemukan plastik dan selimut yang membungkus tubuh Angeline. Saat ditemukan, jenazah dalam kondisi tertelungkup dengan memeluk sebuah boneka.
Kejanggalan lainnya, Margareth, ibu angkat Angeline, sempat melaporkan bocah itu hilang pada 16 Mei 2015. Margareth mengaku Angeline hilang saat bermain di depan rumahnya sekira pukul 16.00 Wita. Peristiwa hilangnya Angeline membetot perhatian banyak kalangan. Tak hanya polisi, ratusan relawan turut mencari Angeline. Mereka menyebar foto Angeline di sudut-sudut kota. Bahkan, menteri Kabinet Kerja turun tangan.
