Bangun Sistem di Tahun Pertama, Badan Gizi Nasional Gelontorkan Rp 113,9 Miliar untuk Jasa EO

EO BGN
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana.
0 Komentar

JAKARTA – Badan Gizi Nasional (BGN) tercatat mengalokasikan anggaran fantastis sebesar Rp 113,9 miliar sepanjang tahun 2025 hanya untuk pengadaan jasa Event Organizer (EO). Langkah ini diambil oleh lembaga yang baru seumur jagung tersebut demi menopang berbagai agenda strategis di tengah keterbatasan sumber daya internal.

​Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, mengungkapkan bahwa ketergantungan pada pihak ketiga merupakan konsekuensi dari status BGN sebagai lembaga baru yang masih dalam tahap transisi dan penguatan struktur. Menurutnya, pada tahun pertama operasional ini, fokus utama BGN adalah membangun pondasi tata kelola yang kokoh.

​”BGN belum memiliki sumber daya internal yang sepenuhnya siap untuk menangani seluruh kebutuhan kegiatan berskala besar secara mandiri. Penggunaan jasa EO ini adalah bagian dari kebutuhan strategis untuk memastikan program tetap berjalan profesional sementara kami membangun sistem,” ujar Dadan dalam keterangan tertulisnya, Ahad (12/4/2026).

Baca Juga:Anggaran Pemeliharaan Kendaraan Dinas Kecamatan Jayakerta Disorot, Nilai Tak Berubah Meski Aset BerkurangJalan Dompyong – Karangwangun Ditingkatkan, Diguyur Anggaran Rp1 Miliar untuk 400 Meter

​Dominasi Paket Pengadaan di Tahun Perdana

​Berdasarkan data realisasi pengadaan barang dan jasa yang dipublikasikan oleh Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), BGN tercatat melakukan 31 paket pengadaan jasa EO. Mayoritas kegiatan tersebut terkonsentrasi untuk agenda di kantor pusat serta program peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM).

​Beberapa kontrak memiliki nilai yang cukup mencolok. Salah satunya adalah pengadaan jasa EO untuk kegiatan bimbingan teknis manajemen risiko di wilayah Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi Daerah yang dimenangkan oleh Maria Utara Jaya dengan nilai mencapai Rp 18,47 miliar. Selain itu, PT Falah Eka Cahya mendapatkan kontrak sebesar Rp 16,59 miliar untuk mendukung kegiatan Training of Trainer (ToT) Asesmen Risiko.

​Tak hanya urusan teknis gizi, BGN juga menyewa jasa EO untuk kegiatan seremonial dan internal. Tercatat, perusahaan Kredo Aum ditunjuk sebagai pelaksana kegiatan Fun Run Hari Antikorupsi Sedunia dengan nilai kontrak Rp 1,33 miliar. Sementara untuk urusan rapat di luar kantor, BGN memercayakan pelaksanaannya kepada Greenlite Kreasi Abadi dan Gloria Abdi Cendana dengan total nilai ratusan juta rupiah.

​Rincian Alokasi Anggaran

​Data LKPP menunjukkan sebaran mitra EO yang bekerja sama dengan BGN sepanjang tahun 2025 sangat beragam, mulai dari pengadaan skala kecil hingga kontrak bernilai belasan miliar rupiah. Berikut adalah rincian lengkap 31 paket pengadaan jasa EO tersebut:

0 Komentar