Kejar Target Juni, Pembangunan Sekolah Rakyat Cirebon Dikebut

Sekolah Rakyat Cirebon
Foto ilustrasi pembangunan Sekolah Rakyat Cirebon.
0 Komentar

Hafidz menegaskan bahwa pendaftaran tidak dibuka secara umum untuk publik. Dinas Sosial telah mengunci basis data calon peserta didik yang bersumber langsung dari Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) milik Kementerian Sosial. Fokus utamanya adalah masyarakat yang terkategori dalam Desil 1 dan Desil 2 (kelompok dengan tingkat kesejahteraan terendah).

“Database calon siswa sudah kami kantongi. Karena ini program afirmasi khusus, kami merujuk pada data DTSEN agar bantuan pendidikan ini tepat sasaran. Kami di Dinas Sosial fokus pada kesiapan data sosial dan calon siswa, sementara urusan teknis bangunan sepenuhnya berada di ranah pelaksana proyek,” jelas Hafidz.

Kapasitas Seribu Siswa

Meskipun detail teknis masih terus difinalisasi, Sekolah Rakyat ini diproyeksikan memiliki daya tampung yang cukup besar, yakni mencapai 1.000 siswa. Kapasitas tersebut mencakup jenjang pendidikan yang komprehensif, mulai dari tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).

Baca Juga:Wagub Erwan Lantik Anggota BPSK Jabar 2026-2031Rp 6,9 M untuk Kaus Kaki, Rakyat Masih Kurang Gizi: BGN Kembali Disorot

Dengan sisa waktu kurang dari tiga bulan, proyek ini kini menjadi sorotan publik Cirebon. Keberhasilan mencapai target 20 Juni akan menjadi pembuktian efektivitas sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan pelaksana proyek dalam menyediakan infrastruktur sosial yang mendesak. (rif/dbs)

0 Komentar