Kejar Target Juni, Pembangunan Sekolah Rakyat Cirebon Dikebut

Sekolah Rakyat Cirebon
Foto ilustrasi pembangunan Sekolah Rakyat Cirebon.
0 Komentar

CIREBON – Proyek ambisius pembangunan Sekolah Rakyat di Kelurahan Kaliwadas, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, kini memasuki babak krusial. Meski progres fisik baru menyentuh angka 10 persen per Rabu (8/4/2026), pemerintah daerah memutuskan untuk menekan pedal gas lebih dalam. Target operasional yang semula dijadwalkan pada Agustus, kini digeser lebih awal menjadi 20 Juni 2026 demi mempercepat akses pendidikan bagi warga prasejahtera.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Cirebon, Hafidz Iswahyudi, mengungkapkan bahwa percepatan ini merupakan tindak lanjut dari hasil rapat koordinasi lintas sektoral awal pekan ini. Berdasarkan laporan pelaksana proyek kepada Kementerian Pekerjaan Umum, capaian saat ini memang masih berada dalam jalur timeline awal, namun tuntutan fungsionalitas memicu adanya instruksi akselerasi.

“Per tanggal 8 April, progres pembangunan dilaporkan sudah mencapai 10 persen. Secara linier sebenarnya masih sesuai target awal hingga Agustus. Namun, ada dorongan kuat untuk melakukan percepatan agar gedung ini sudah bisa beroperasi secara fungsional pada 20 Juni mendatang,” ujar Hafidz saat memberikan keterangan, Jumat (10/4/2026).

Baca Juga:Wagub Erwan Lantik Anggota BPSK Jabar 2026-2031Rp 6,9 M untuk Kaus Kaki, Rakyat Masih Kurang Gizi: BGN Kembali Disorot

Mobilisasi Masif di Pemukiman Padat

Konsekuensi dari percepatan ini adalah peningkatan intensitas pekerjaan di lapangan. Mengingat lokasi pembangunan berada di jantung pemukiman padat penduduk, pemerintah menyadari potensi gesekan sosial akibat kebisingan maupun aktivitas alat berat. Hafidz secara terbuka memohon dukungan dan pengertian dari warga sekitar Kelurahan Kaliwadas.

“Kami menyadari bahwa aktivitas pembangunan yang lebih padat dalam waktu dekat akan berdampak pada mobilitas warga. Oleh karena itu, kami sangat memohon dukungan masyarakat. Ini adalah upaya bersama agar fasilitas pendidikan ini segera bisa dimanfaatkan oleh anak-anak kita,” tambahnya.

Untuk meminimalkan dampak lingkungan, pihak pelaksana proyek telah menggandeng Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) guna mengatur rekayasa lalu lintas. Langkah ini diambil agar pengiriman material bangunan tidak melumpuhkan urat nadi ekonomi dan aktivitas harian penduduk setempat.

Prioritas untuk Siswa Desil 1 dan 2

Berbeda dengan sekolah reguler, Sekolah Rakyat ini memiliki mekanisme penerimaan siswa yang sangat spesifik. Sekolah ini dirancang khusus untuk memutus rantai kemiskinan dengan menyasar anak-anak dari keluarga paling rentan secara ekonomi.

0 Komentar