Respons Gubernur Dedi Mulyadi soal Pemilik Hajat yang Tewas Dikeroyok Preman di Purwakarta

Dedi Mulyadi tanggapi kasus hajatan
Dedi Mulyadi merespons soal Pemilik Hajat yang Tewas Dikroyok Preman di Purwakarta
0 Komentar

BANDUNG – Gubernur Dedi Mulyadi (KDM) akhirnya buka suara terkait peristiwa pengeroyokan terhadap seorang tuan rumah hajatan oleh sekelompok preman.

Orang nomor satu di Jawa Barat itu menyampaikan bahwa kasus tersebut kini sudah ditangani oleh Polres Purwakarta.

Pernyataan ini disampaikannya melalui akun Instagram pribadinya, @dedimulyadi71.

Dalam unggahannya, gubernur yang akrab disapa ‘Bapak Aing’ itu merespons langsung komentar dari salah satu warganet.

Baca Juga:Karyawan Bonbin Bandung Apresiasi Langkah KDM Bayarkan Gaji Dua BulanDedi Mulyadi Luncurkan 3 Program Unggulan, Fokus Sasar Kesejahteraan UMKM dan MBR di Jawa Barat

“Pa kumaha nu hajat di gebugan saurna dugi ka maot,, pdah teu masihan jatah preman,” (Pak, bagaimana dengan orang yang punya hajat dipukuli sampai meninggal, katanya karena tidak memberi setoran preman), tulis warganet tersebut.

Menanggapi itu, Dedi Mulyadi memberikan jawaban singkat, “sudah ditangani Polres Purwakarta”.

Jawaban tersebut langsung membuat warganet merasa lega karena aparat kepolisian bergerak cepat dalam menangani perkara ini.

Sebelumnya diberitakan, seorang warga bernama Dadang (58) dilaporkan meninggal dunia usai dianiaya oleh sekelompok pemuda.

Dadang adalah warga Kampung Cikumpay PTPN, Desa Kertamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Purwakarta.

Peristiwa tragis ini terjadi saat digelarnya hajatan pernikahan putrinya pada Sabtu (4/4/2026).

Insiden bermula ketika acara hiburan organ tunggal sedang berlangsung di resepsi pernikahan anak korban.

Baca Juga:Jejak Digital Tak Bisa Dihapus, DJP Ingatkan Risiko Hapus Bukti Potong di Sistem CoretaxMK Tegaskan BPK Lembaga Tunggal Pemegang Mandat Hitung Kerugian Negara

Para pelaku yang terdiri dari lebih dari satu orang datang sekitar pukul 14.00 WIB dalam kondisi mabuk.

Mereka meminta uang sebesar Rp500 ribu untuk membeli minuman keras.

Korban sebenarnya sudah memberikan Rp100 ribu kepada para pelaku, namun ia menolak permintaan tambahan tersebut.

Penolakan itu memicu amarah para pelaku hingga akhirnya keributan tidak dapat dihindari.

Korban dikejar hingga ke luar tenda lalu dikeroyok.

Dadang yang tidak sadarkan diri sempat dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat perawatan.

Namun sayang, nyawanya tidak dapat diselamatkan.

Kasi Humas Polres Purwakarta, AKP Enjang Sukandi, membenarkan kejadian tersebut.

Ia menyebutkan bahwa salah satu tersangka bernama Kendi Ranaldi (34) telah menyerahkan diri ke Mapolres Purwakarta.

“Diduga ada sekelompok orang yang membuat kerusuhan di acara hajatan hingga terjadi pemukulan yang menyebabkan korban tidak sadar. Satu pelaku sudah kami amankan,” ujar Enjang dalam keterangan resminya pada Minggu (5/4).

0 Komentar