CIREBON – Dalam Rapat Istimewa Hari Jadi ke-544 Kabupaten Cirebon, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mendorong agar arah pembangunan di Kabupaten Cirebon difokuskan pada penguatan sektor budaya dan ekologi.
Ia menilai, Kabupaten Cirebon memiliki kekayaan sejarah serta keragaman budaya yang sangat potensial untuk dioptimalkan sebagai daya tarik wisata sekaligus penggerak ekonomi masyarakat.
“Cirebon seharusnya mampu mengartikulasikan kebudayaan sebagai daya tarik wisata yang berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi,” ungkapnya.
Baca Juga:Biaya Haji 2026 Berpotensi Membengkak Rp1 Triliun, Kenaikan Avtur dan Dolar Jadi PemicuWarisan Uang Tunai: Bebas Pajak, Namun Wajib Masuk Laporan SPT Tahunan
Dedi menambahkan, pembangunan berbasis budaya dan ekologi akan menjadi fokus dalam agenda pembangunan ke depan, termasuk penguatan sektor pariwisata menuju tahun 2027.
Menurutnya, selain berkontribusi terhadap perekonomian, sektor pariwisata berbasis budaya juga berpotensi meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), yang saat ini menjadi kebutuhan penting bagi setiap daerah.
Untuk itu, ia mendorong peningkatan pembangunan infrastruktur yang mendukung aksesibilitas destinasi wisata dan budaya. Namun demikian, pembangunan tersebut harus tetap memperhatikan nilai estetika agar mampu memperkuat daya tarik daerah.
Di sisi lain, Dedi juga menekankan pentingnya pembangunan sumber daya manusia (SDM), khususnya melalui sektor pendidikan yang terintegrasi dengan industri dan pariwisata.
“Keunggulan Kabupaten Cirebon terletak pada kelestarian peninggalan sejarah dan budayanya. Tinggal bagaimana membangun kesadaran kolektif serta integrasi antara pendidikan, industri, dan pariwisata untuk mendorong kemajuan daerah,” pungkasnya. (adv)
