Bupati Cirebon Tekankan Semangat ‘Teteg lan Tutug’ dan Refleksi Pembangunan pada Hari Jadi Cirebon ke-544

Imron Rosyadi
Bupati Cirebon, Imron Rosyadi di Hari jadi Kabupaten Cirebon, Kamis (2/4/2026)
0 Komentar

CIREBON – Bupati Cirebon, Dr. H. Imron, M.Ag., mengajak seluruh elemen masyarakat dan jajaran pemerintahan untuk menjadikan peringatan Hari Jadi ke-544 Kabupaten Cirebon sebagai momentum refleksi mendalam atas perjalanan panjang daerah. Dalam pidatonya pada Rapat Paripurna Istimewa di Kantor DPRD Kabupaten Cirebon, Bupati Imron menegaskan komitmennya untuk menuntaskan pembangunan demi kesejahteraan rakyat

Mengusung tema “Teteg lan Tutug” (Teguh dan Tuntas), Bupati menjelaskan bahwa setiap langkah pembangunan di Kabupaten Cirebon harus dilakukan dengan keteguhan hati dan diselesaikan secara menyeluruh.

Pembangunan Fisik Berkelanjutan

Sebagai bukti nyata komitmen pembangunan, Bupati Imron menandatangani 20 prasasti proyek fisik yang telah dilaksanakan pada tahun 2025. Proyek tersebut mencakup revitalisasi sejumlah SMP negeri, pembangunan kantor kecamatan, instalasi pengelolaan air (IPA), hingga peningkatan sarana di RSUD Waled.

Baca Juga:Kang Dedi Mulyadi: Jadikan Kebudayaan Cirebon Mesin Ekonomi dan Identitas Pembangunan"Teteg lan Tutug": 5 Hal Menarik dari Refleksi 544 Tahun Perjalanan Kabupaten Cirebon

Refleksi dan Introspeksi

Bagi Imron, hari jadi bukan sekadar seremoni. “Momentumipun saget dados kekaca (cermin) kangge niteni malih panjang badan pakarya punapa ingkang sampun dipun lampahi… saget dados dalan ngangge introspeksi,” ujarnya menekankan pentingnya evaluasi kinerja pemerintahan.

Visi ‘Cirebon Katon’ dan ‘Beriman’

Bupati mendorong terwujudnya visi Kabupaten Cirebon yang “Beriman” (Bersih, Inovatif, Maju, Agamis, dan Aman) serta “Cirebon Katon” agar kemajuan daerah terlihat nyata di mata masyarakat dan dunia luar.

Menjaga Identitas Unik Cirebon

Imron memaparkan bahwa Cirebon memiliki kekayaan sejarah dan budaya yang tidak dimiliki daerah lain, mulai dari keberadaan empat keraton, puser bumi syiar Islam di Gunung Jati, hingga kekayaan kuliner seperti Nasi Jamblang dan seni Batik Mega Mendung.

Sinergi dan Nasionalisme

Ia pun mengingatkan bahwa Cirebon adalah bagian integral dari NKRI. Oleh karena itu, pembangunan harus didasari semangat nasionalisme dan kegotongroyongan antara pemerintah (Pamong Praja) dan masyarakat.

Bupati Imron menutup penyampaiannya dengan mengutip filosofi luhur Cirebon sebagai landasan bekerja para pejabat publik.

“Kados dene moto lambang daerah: Rami ing gawe, suci ing pamrih (Giat bekerja dengan niat yang tulus dan suci),” pungkasnya.

Acara peringatan ini juga dimeriahkan dengan prosesi adat Mapak Kanjeng Dalem yang diiringi 41 penari bidadari sebagai simbol penghormatan kepada pemimpin dan pelestarian akar budaya lokal. Terlihat hadir dalam acara tersebut Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi beserta tokoh-tokoh penting lainnya. (tim JP)

0 Komentar