Pemuda Asal Lemahwungkuk Tewas Tertemper Kereta Api Barang

Tertemper KA di cirebon
Petugas tengah melakukan proses evakuasi dan identifikasi korban tertemper Kereta Api, Kamis (2/4/2026).
0 Komentar

CIREBON – Kesunyian pagi di wilayah Kelurahan Pulasaren, Kecamatan Pekalipan, Kota Cirebon, berubah menjadi ketegangan setelah seorang pemuda ditemukan tak bernyawa di jalur perlintasan kereta api, Kamis (2/4/2026). Korban diduga kuat tertemper rangkaian kereta api barang yang tengah melaju dari arah Jakarta menuju Jawa Tengah.

Kronologi Penemuan Jasad

Peristiwa memilukan ini pertama kali terdeteksi sekitar pukul 04.30 WIB. Berdasarkan laporan yang dihimpun, masinis KA 2552 (kereta api barang) sempat memberikan sinyal darurat kepada pihak keamanan perkeretaapian setelah melihat adanya sosok manusia yang berada di jalur rel saat rangkaian kereta sedang melintas di jalur hulu.

Petugas keamanan perkeretaapian, Baharudin Yusuf dan Yayat Hidayat, yang menerima informasi tersebut segera bergegas menuju lokasi kejadian untuk melakukan pengecekan. Setibanya di titik yang dilaporkan, mereka menemukan korban sudah dalam kondisi tidak bernyawa dengan posisi tergeletak di antara rel.

Baca Juga:Sindikat Uang Palsu Gentayangan di Jawa Barat, Polda Metro Jaya Sita Rp620 Juta di BogorCegah Korupsi, Pemkab Cirebon Tanamkan Nilai 'Jumat Bersepeda KK' ke ASN

“Kami langsung menuju lokasi setelah mendapat informasi dari masinis. Saat ditemukan, korban mengenakan pakaian berwarna gelap dan sudah meninggal dunia di jalur hulu arah Jawa Tengah,” ujar Baharudin Yusuf dalam keterangannya.

Identitas Korban

Kapolsek Cirebon Selatan Timur, AKP Juntar Hutasoit, mengonfirmasi kejadian tersebut. Setelah dilakukan identifikasi awal di tempat kejadian perkara (TKP), korban diketahui berinisial N.R., seorang laki-laki berusia 25 tahun yang tercatat sebagai warga Kelurahan Lemahwungkuk, Kota Cirebon.

“Diduga korban berada di area ruang manfaat jalur rel saat kereta api melintas, sehingga tidak memiliki cukup waktu untuk menghindar dari laju kereta barang tersebut,” jelas AKP Juntar.

Proses evakuasi dilakukan dengan cepat oleh petugas kepolisian bersama tim medis menggunakan layanan PSC 119. Jenazah korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Daerah (RSD) Gunung Jati untuk penanganan lebih lanjut sembari menunggu kehadiran pihak keluarga.

Himbauan Keamanan Publik

Keresahan terkait aktivitas warga di sepanjang jalur kereta api kembali menjadi sorotan. Kasi Humas Polres Cirebon Kota, AKP M. Aris Hermanto, menegaskan bahwa area rel bukanlah tempat untuk beraktivitas atau sekadar melintas, mengingat risiko fatal yang bisa terjadi sewaktu-waktu.

0 Komentar