CIREBON – Kabar gembira menyelimuti ribuan calon jamaah haji (calhaj) di Kabupaten Cirebon. Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Cirebon memastikan seluruh rangkaian persiapan penyelenggaraan ibadah haji tahun 1447 H/2026 M telah rampung 100 persen, baik secara teknis operasional maupun kelengkapan administratif.
Kesiapan Dokumen dan Logistik
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Cirebon, Mualim Tamim, menegaskan bahwa seluruh kebutuhan esensial keberangkatan jamaah telah disiapkan jauh hari guna menghindari kendala di lapangan. Fokus persiapan meliputi aspek krusial seperti dokumen perjalanan, pemisahan kloter, hingga koordinasi akomodasi di Arab Saudi.
“Mulai dari validasi dokumen, penerbitan visa, hingga kesiapan teknis perjalanan, akomodasi, dan konsumsi di Tanah Suci, semuanya sudah dalam posisi siap,” ujar Mualim saat ditemui di ruang kerjanya pada Jumat (27/3/2026).
Baca Juga:Viral Keluhan Syarat KTP di Samsat Brebes, Kasat Lantas Beri Penjelasan TegasUsung Filosofi Kupat, Tradisi Bada Syawalan Ponpes Gedongan Jadi Magnet Ribuan Orang
Mualim merinci, secara nasional gelombang keberangkatan jamaah haji Indonesia akan dimulai pada 21 April 2026. Khusus untuk jamaah asal Kabupaten Cirebon yang tergabung dalam Kloter 5, dijadwalkan akan terbang melalui Bandara Internasional Kertajati (BIJB) pada 24 April 2026. “Dengan seluruh persiapan yang telah matang, para jamaah kini tinggal menjaga kondisi hingga hari keberangkatan tiba,” imbuhnya.
Manasik Kolosal sebagai Pematangan Akhir
Meski secara administratif telah tuntas, para jamaah masih memiliki satu agenda krusial sebelum terbang, yakni Manasik Haji Kolosal yang dijadwalkan berlangsung pada 4 April mendatang. Kegiatan ini merupakan puncak dari rangkaian panjang bimbingan ibadah yang telah dilakukan secara intensif sebelumnya.
Menurut Mualim, para jamaah sebelumnya telah mengikuti 15 kali pertemuan manasik di tingkat Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH), yang kemudian dilanjutkan dengan pendalaman di tingkat kecamatan.
“Manasik kolosal ini menjadi penguatan terakhir. Kami ingin memastikan 2.559 jamaah asal Kabupaten Cirebon benar-benar memahami tata cara ibadah secara mandiri dan sempurna agar menjadi haji yang mabrur,” jelasnya. Ia juga menekankan bahwa ibadah haji bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan perjalanan spiritual yang menuntut kesiapan mental dan pemahaman mendalam atas rukun serta syarat haji.
Jaminan Keamanan di Tengah Dinamika Global
Menanggapi kekhawatiran masyarakat terkait dinamika geopolitik di kawasan Timur Tengah, Mualim memberikan testimoni menyejukkan. Berdasarkan koordinasi lintas sektoral dan informasi resmi dari Pemerintah Arab Saudi, pelaksanaan ibadah haji tahun ini dipastikan tetap berjalan normal dan aman.
