CIREBON – Pemerintah Kota Cirebon memulai penyaluran bantuan pangan untuk periode Februari dan Maret 2026. Langkah ini ditempuh sebagai upaya melindungi daya beli warga di tengah dinamika ekonomi global dan lonjakan harga komoditas pokok.
Pelaksanaan program ini secara simbolis diluncurkan di Kantor Kelurahan Larangan pada Kamis (26/3/2026). Distribusi dilakukan secara serentak di 22 kelurahan yang tersebar di seluruh wilayah Kota Cirebon. Dalam pelaksanaannya, program ini melibatkan kerja sama antara Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKPP3), Dinas Sosial, serta Perum Bulog Cabang Cirebon.
Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati, yang hadir meninjau langsung proses penyaluran, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pengendalian inflasi sekaligus implementasi Program Ketahanan Pangan Nasional. Ia menekankan bahwa pemerintah daerah perlu hadir secara konkret dalam merespons gejolak harga pasar, terutama untuk memastikan akses masyarakat terhadap kebutuhan pokok tetap terjangkau.
Baca Juga:Putus Rantai Kemiskinan, Pemkab Cirebon Targetkan Sekolah Rakyat Jadi Kawah Candradimuka Siswa PrasejahteraJelang Final FIFA Series: Pelatih Bulgaria Waspadai 2 Pemain Timnas Indonesia yang Dianggap Paling Berbahaya
“Kami memastikan bantuan ini sampai ke tangan masyarakat. Hari ini distribusi berlangsung serentak di seluruh kelurahan, menjangkau kelompok Desil 1 hingga Desil 4, dari kategori miskin ekstrem hingga masyarakat menengah,” ujarnya.
Menurutnya, bantuan pangan ini berfungsi sebagai jaring pengaman sosial yang diharapkan mampu meredam tekanan akibat kenaikan harga di tingkat konsumen. Selain itu, program ini juga memberikan kepastian bagi keluarga penerima dalam memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari.
Pemerintah Kota Cirebon juga memberikan apresiasi kepada Perum Bulog atas perannya dalam menjaga ketersediaan stok dan stabilitas pasokan pangan. Kolaborasi yang terjalin dinilai menjadi kunci kelancaran distribusi serta ketepatan sasaran program.
Sementara itu, Kepala Perum Bulog Cabang Cirebon, Imam Mahdi, mengungkapkan bahwa jumlah penerima manfaat pada periode ini mengalami peningkatan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Total Keluarga Penerima Manfaat (KPM) tercatat sebanyak 35.031 kepala keluarga.
“Penyaluran ditargetkan rampung dalam enam hari, yakni mulai 26 hingga 31 Maret 2026,” jelas Imam.
Ia menambahkan, setiap keluarga penerima mendapatkan bantuan berupa 20 kilogram beras yang berasal dari cadangan pangan pemerintah serta 4 liter minyak goreng.
Pemkot Cirebon berharap program ini dapat berkontribusi dalam menjaga stabilitas harga pangan serta memperkuat daya beli masyarakat di tengah kondisi ekonomi yang masih dihadapkan pada berbagai tantangan. Di samping itu, bantuan ini juga diharapkan menjadi stimulus yang mampu meringankan beban warga sekaligus mendukung keberlanjutan ketahanan pangan di tingkat daerah. (red)
