SPPG Mojosongo Solo Meminta Maaf Setelah Menu MBG Dikritik Keras oleh Pandji Pragiwaksono

SPPG Mojosongo Solo Meminta Maaf Setelah Menu MBG Dikritik Keras oleh Pandji Pragiwaksono
SPPG Mojosongo Solo Meminta Maaf Setelah Menu MBG Dikritik Keras oleh Pandji Pragiwaksono
0 Komentar

SOLO – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mojosongo, Solo, resmi menyampaikan permintaan maaf publik setelah menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mereka sediakan menjadi sorotan tajam. Kritik datang dari komika terkenal, Pandji Pragiwaksono, yang mengunggah foto menu tersebut di media sosial dengan keterangan singkat namun sarat makna: “Bro.” Sorotan ini kemudian memicu atensi dari Wali Kota Solo, Respati Ardi.

Permintaan maaf diumumkan melalui akun Instagram resmi SPPG Mojosongo, @sppg.mojosongo_ska, pada Sabtu (14/3/2026). Dalam pernyataannya, pihak SPPG mengklarifikasi bahwa foto yang beredar menampilkan menu dengan porsi kecil yang dibanderol Rp8.000, sementara mereka juga menyediakan porsi lebih besar seharga Rp10.000.

Mereka menjelaskan bahwa tampilan makanan yang kurang menarik disebabkan oleh faktor penataan dan proses pengemasan vakum.

Baca Juga:Capaian Zakat, Infak dan Sedekah di Jabar Meningkat 12 PersenFix! inilah Skuad Garuda untuk FIFA Series 2026: Kombinasi Wajah Lama dan Amunisi Baru

SPPG Mojosongo juga menyatakan kesiapannya memberikan kompensasi jika ditemukan ketidaksesuaian pada produk yang diterima. Pihak sekolah sebagai perantara diminta mendata penerima manfaat yang berhak mendapat penggantian.

“Hal ini akan menjadi bahan evaluasi bagi kami agar ke depan dapat memberikan pelayanan yang lebih baik,” tulis mereka dalam pernyataan klarifikasi tersebut.

Wali Kota Solo, Respati Ardi, mengaku prihatin dengan menu MBG yang diterima masyarakat, terutama di bulan Ramadan. Ia mengungkapkan bahwa banyak laporan masuk terkait nilai gizi dan kualitas makanan yang dinilai tidak layak konsumsi.

“Saya prihatin dengan banyaknya laporan dan komplain, tapi kami di Pemkot akan segera mengkonsolidasikan dengan Dinas Perdagangan,” ujarnya dalam siaran pers, Sabtu (14/3).

Respati menambahkan, pihaknya telah mengetahui beberapa akar masalah, termasuk dugaan adanya oknum dalam rantai suplai bahan makanan.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa kewenangan untuk menghentikan operasional SPPG berada di tangan Badan Gizi Nasional (BGN), bukan Pemerintah Kota. Pihaknya hanya akan terus memberikan masukan dan memastikan keluhan warga diperjuangkan.

Sorotan terhadap menu MBG ini bermula saat Pandji Pragiwaksono mengunggah foto makanan dalam kemasan vakum berisi pisang ambon, fish and chips, dan jambu kristal. Unggahan tersebut mendapat respons cepat dari Wali Kota Respati yang menyatakan akan memberikan perhatian khusus.

0 Komentar