CIREBON – Para pemudik yang melintasi jalur utama Pantura Kabupaten Cirebon diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan ekstra. Memasuki musim mudik Lebaran 2026, sejumlah titik pasar tumpah diprediksi masih menjadi “hantu” kemacetan yang memicu antrean panjang kendaraan akibat tingginya aktivitas ekonomi warga yang meluber hingga ke bahu jalan nasional.
​Berdasarkan pemetaan di lapangan, terdapat tiga titik krusial yang menjadi pusat kepadatan, mulai dari wilayah barat hingga timur Kabupaten Cirebon. Karakteristik pasar yang berbeda-beda membuat pola kemacetan di setiap titik memiliki tantangan tersendiri bagi petugas kepolisian maupun pengguna jalan.
​Simpul Macet Tegalgubuk: Magnet Sandang Terbesar
​Titik pertama yang menjadi perhatian serius adalah Pasar Tegalgubuk di Kecamatan Arjawinangun. Sebagai pasar sandang tradisional terbesar di Asia Tenggara, tempat ini menjadi magnet bagi ribuan pedagang dan pembeli yang datang dari berbagai pelosok Jawa Barat hingga luar daerah.
Baca Juga:Gubernur Jabar Siapkan Skema Kompensasi bagi Penyapu Koin IndramayuInstruksi Presiden, Kapolri Tegaskan Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS
​Pada hari biasa, aktivitas pasar ini sudah kerap memicu kemacetan, terutama pada hari pasaran yaitu Selasa dan Sabtu. Namun, saat arus mudik berlangsung, situasinya menjadi jauh lebih kompleks. Banyaknya warga yang menyeberang jalan secara sembarangan serta parkir kendaraan yang memakan badan jalan membuat laju kendaraan pemudik seringkali terhenti total di titik ini.
​Plered: Pusat Oleh-Oleh yang Tak Pernah Sepi
Bergeser ke arah tengah, Pasar Plered menjadi titik kepadatan berikutnya. Berbeda dengan Tegalgubuk, kawasan Plered merupakan pusat kuliner dan oleh-oleh khas Cirebon yang paling ramai. Deretan toko yang menjajakan camilan tradisional hingga batik menjadikannya tempat favorit bagi pengendara untuk menepi.
​Kepadatan di Plered dipicu oleh aktivitas bongkar muat barang dan banyaknya kendaraan pengunjung yang keluar masuk area parkir di pinggir jalan utama. Di masa mudik, lonjakan pembeli yang ingin membawa buah tangan khas Cirebon membuat volume kendaraan di kawasan ini meningkat drastis, sehingga menciptakan penyempitan arus lalu lintas yang signifikan.
​Pasar Gebang: Kelindan Arus Nelayan dan Pasar Mingguan
Di ujung timur Kabupaten Cirebon, Pasar Gebang tetap menjadi titik langganan macet yang sulit terurai sejak dulu. Pasar yang identik dengan hasil laut dan aktivitas nelayan ini memiliki mobilitas tinggi sejak dini hari. Kondisinya diprediksi akan semakin parah jika puncak arus mudik bertepatan dengan hari Rabu, yang merupakan hari pasar mingguan untuk komoditas sandang.
