Instruksi Presiden, Kapolri Tegaskan Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS

Intruksi presiden kepada kapolri
Kapolri saat melakukan peninjauan arus mudik di Stasiun Besar Surabaya Gubeng, Jawa Timur, pada Minggu (15/3/2026).
0 Komentar

SURABAYA – Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menegaskan komitmen korps Bhayangkara untuk menuntaskan kasus penyerangan terhadap aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus. Kapolri menyatakan telah mengantongi mandat khusus dari Presiden Prabowo Subianto guna membongkar dalang di balik aksi penyiraman air keras tersebut secara transparan.

Pernyataan tegas ini disampaikan Jenderal Sigit saat melakukan peninjauan arus mudik di Stasiun Besar Surabaya Gubeng, Jawa Timur, pada Minggu (15/3/2026). Di sela-sela pemantauan fasilitas publik, ia memastikan bahwa penanganan kasus ini menjadi prioritas utama kepolisian.

“Terkait dengan perkembangan dari penyerangan aktivis, saya telah mendapatkan perintah langsung dari Bapak Presiden untuk melaksanakan pengusutan tuntas secara profesional dan transparan,” ujar Jenderal Sigit di hadapan awak media.

Baca Juga:25 Ribu Pekerja Belum Terima THR, Posko Kebanjiran Laporan6 Dapur MBG di Cirebon Dihentikan Sementara, Gara-gara Administrasi Ini

Kedepankan Metode Ilmiah

Dalam proses penyelidikan, Jenderal Sigit menjelaskan bahwa Polri tidak akan berspekulasi. Pihaknya menerapkan metode Scientific Crime Investigation (SCI) guna memastikan setiap bukti yang ditemukan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Saat ini, tim gabungan di lapangan tengah intensif melakukan pengumpulan keterangan dan barang bukti.

“Langkah-langkah yang kita lakukan tentunya tetap mengedepankan investigasi kejahatan ilmiah. Saat ini kita sedang melakukan pengumpulan informasi-informasi, dan informasi tersebut nantinya akan kita dalami satu per satu,” tuturnya menambahkan.

Hingga saat ini, jajaran kepolisian di bawah koordinasi langsung Mabes Polri dan Polda Metro Jaya telah bergerak menyisir jejak pelaku. Kapolri berjanji akan menyampaikan setiap perkembangan signifikan kepada publik secara berkala guna menjaga akuntabilitas proses penyidikan.

Kronologi dan Gelombang Kecaman

Peristiwa tragis yang menimpa Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, terjadi pada Kamis (12/3/2026) malam di kawasan Jalan Salemba, Jakarta Pusat. Saat itu, korban dicegat oleh dua pria misterius yang berboncengan sepeda motor sebelum akhirnya menyiramkan air keras ke tubuhnya. Akibat serangan tersebut, Andrie dilaporkan mengalami luka bakar serius hingga mencapai 24 persen dan harus menjalani perawatan intensif.

Aksi brutal ini memicu gelombang kecaman luas dari berbagai tokoh nasional. Mantan pimpinan KPK, Novel Baswedan, serta mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, diketahui telah menjenguk korban di rumah sakit sebagai bentuk solidaritas sekaligus mendesak penegakan hukum yang berkeadilan bagi pembela hak asasi manusia. (rif/dbs)

0 Komentar