Gubernur Jabar Siapkan Skema Kompensasi bagi Penyapu Koin Indramayu

Kompensasi dari pemdaprov Jabar
Pemerintah Provinsi Jawa Barat menawarkan solusi preventif melalui pendekatan ekonomi, sehingga pemberian kompensasi dianggap sebagai jalan tengah yang paling manusiawi.
0 Komentar

INDRAMAYU – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menginstruksikan Bupati Indramayu, Lucky Hakim, untuk segera melakukan pendataan terhadap warga yang kerap melakukan aksi “sapu koin” di kawasan Jembatan Kali Sewo. Langkah ini diambil sebagai upaya sterilisasi jalur Pantura demi menjamin keselamatan pemudik dan warga setempat selama masa angkutan Lebaran 2026.

Instruksi tersebut disampaikan Dedi usai menyerahkan kompensasi kepada ratusan pengemudi becak di Polsek Gempol, Kabupaten Cirebon, Sabtu (14/3/2026). Dedi merencanakan skema serupa untuk warga di perbatasan Subang-Indramayu tersebut, yakni dengan memberikan bantuan dana sebagai pengganti penghasilan agar mereka bersedia meliburkan diri selama arus mudik dan balik.

“Sekarang begini, saya minta Bupati Indramayu segera melakukan pendataan terhadap warga yang biasa mangkal di Kali Sewo untuk mencari koin yang jatuh. Itu adalah tradisi yang sudah berlangsung puluhan tahun, tapi kita harus mengutamakan keselamatan,” ujar Dedi saat ditemui di sela kegiatannya.

Baca Juga:Instruksi Presiden, Kapolri Tegaskan Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS25 Ribu Pekerja Belum Terima THR, Posko Kebanjiran Laporan

Solusi Alternatif di Tengah Risiko Tinggi

Selama ini, fenomena warga yang berjejer di pinggir jalan untuk menyapu uang logam yang dilempar pengendara menjadi pemandangan ikonik sekaligus berbahaya di Kali Sewo. Meski pihak kepolisian rutin melakukan penertiban, warga biasanya kembali turun ke jalan sesaat setelah petugas meninggalkan lokasi.

Menyikapi kebuntuan tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Barat menawarkan solusi preventif melalui pendekatan ekonomi. Dedi menilai, pendekatan represif saja tidak cukup untuk menghentikan aktivitas yang telah mendarah daging tersebut, sehingga pemberian kompensasi dianggap sebagai jalan tengah yang paling manusiawi.

“Saya coba pikirkan alternatif, saya kasih kompensasi deh. Selama musim mudik ini mereka tidak melakukan aktivitasnya. Minimal itu dulu yang kita laksanakan, begitu ya Pak Bupati Lucky,” ucap Dedi menekankan pentingnya kolaborasi antara Pemprov dan Pemkab Indramayu.

Dukungan Pusat demi Keselamatan Publik

Rencana kebijakan ini pun mendapat lampu hijau dari Pemerintah Pusat. Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, turut menyoroti risiko fatal yang mengintai para penyapu koin. Menurutnya, kerumunan warga di badan jalan sangat membahayakan, terlebih saat volume kendaraan di jalur Pantura meningkat tajam dan melaju dengan kecepatan tinggi.

0 Komentar