Benarkah Ada Kehidupan Setelah Kematian? Fenomena Mati Suri Dibedah Sains, Ini Hasilnya!

Mati suri
Gambar ilustrasi keadaan seseorang yang mengalami mati suri
0 Komentar

KISAH orang yang “mati suri” lalu kembali hidup bukan hal baru. Di berbagai belahan dunia, banyak orang mengaku pernah mengalami pengalaman aneh ketika berada di ambang kematian. Mereka merasa keluar dari tubuh, melihat cahaya terang di ujung lorong, bahkan mengaku bertemu orang yang telah meninggal.

Fenomena ini dikenal dalam dunia medis sebagai Near-Death Experience (NDE) atau pengalaman mendekati kematian. Meski terdengar mistis, fenomena tersebut justru menjadi salah satu topik yang cukup serius diteliti oleh para ilmuwan, dokter, hingga ahli saraf di berbagai negara.

Merasa Keluar dari Tubuh hingga Melihat Cahaya

Banyak kesaksian orang yang mengalami NDE memiliki pola pengalaman yang mirip.

Baca Juga:Lindungi Kesehatan Mental, Pemerintah Resmi Tunda Akses Akun Media Sosial Anak di Bawah 16 TahunSuporter Persik Kediri Dilarang Hadir di GBLA, Manajemen Persib Minta Semua Pihak Hormati Regulasi

Sebagian besar mengaku merasakan tubuhnya seperti melayang dan melihat diri sendiri dari atas. Ada juga yang menceritakan melihat lorong gelap dengan cahaya terang di ujungnya. Tidak sedikit pula yang mengaku bertemu kerabat yang telah meninggal dunia.

Beberapa orang bahkan mengatakan mereka merasa berada di tempat yang sangat damai sebelum akhirnya “diminta kembali” karena belum waktunya meninggal.

Fenomena ini mulai banyak diperbincangkan sejak tahun 1975 setelah seorang psikiater asal Amerika, Raymond Moody, menerbitkan buku berjudul Life After Life. Dalam bukunya, Moody mengumpulkan ratusan kesaksian pasien yang pernah mengalami pengalaman mendekati kematian.

Kisah Dokter Bedah yang Mengaku Mengunjungi “Surga”

Salah satu kisah NDE yang cukup terkenal datang dari seorang dokter bedah saraf asal Amerika, Eben Alexander.

Pada tahun 2008, Alexander mengalami koma selama sekitar satu minggu akibat infeksi meningitis bakteri yang menyerang otaknya.

Setelah sadar, ia mengaku mengalami pengalaman yang menurutnya sulit dijelaskan secara logika. Alexander mengatakan dirinya berada di sebuah dunia yang sangat indah dan damai, bahkan merasa dipandu oleh sosok perempuan misterius.

Pengalaman itu kemudian ia tulis dalam buku berjudul Proof of Heaven yang sempat menjadi bestseller internasional.

Baca Juga:Guru Agama Keluhkan Dugaan “Salam Tempel” dan Setor Tunjangan, Ini Kata Kemenag Kab CirebonDPRD Tekankan Peran Utama Sekretariat di Rencana Kerja 2027

Namun klaim tersebut tidak luput dari kritik para ilmuwan yang menilai pengalaman tersebut masih bisa dijelaskan melalui aktivitas otak yang belum sepenuhnya berhenti.

0 Komentar