Menu MBG Boleh Diposting, Kepala BGN Tegaskan Tak Ada Larangan Unggah di Medsos

menu MBG
Menu MBG Boleh Diposting, Kepala BGN Tegaskan Tak Ada Larangan Unggah di Medsos
0 Komentar

JAKARTA – Isu soal larangan mengunggah Menu MBG di media sosial akhirnya ditepis langsung oleh Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana. Ia memastikan tidak pernah ada kebijakan yang melarang masyarakat, termasuk orang tua siswa, membagikan Menu MBG atau Makan Bergizi Gratis di platform digital.

Dadan bahkan menyambut positif setiap unggahan yang menampilkan Menu MBG. Menurutnya, keterbukaan informasi justru menjadi bagian penting dalam pengawasan program pemenuhan gizi nasional tersebut. “Saya malah senang setiap orang memposting menu MBG di media sosial, karena itu bagian dari pengawasan bersama,” ujar Dadan kepada wartawan, Selasa (3/3/2026).

Pernyataan ini disampaikan menyusul beredarnya kabar bahwa BGN akan menjerat warga dengan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) apabila mempublikasikan Menu MBG di medsos. BGN menegaskan informasi tersebut tidak benar dan tidak pernah menjadi kebijakan resmi lembaga.

Baca Juga:Harga Emas Hari Ini Turun Serentak, Cek Rincian Lengkap UBS dan Galeri 24 di Pegadaian 4 Maret 2026Harga BBM Terancam Naik Imbas Lonjakan Minyak Dunia? Ini Penjelasan Bahlil

Dadan menilai partisipasi publik dalam mendokumentasikan Menu MBG yang diterima siswa dapat membantu BGN pusat memantau pelaksanaan program di lapangan. Melalui unggahan tersebut, pihaknya bisa melihat langsung kualitas layanan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai daerah.

“Unggahan masyarakat memudahkan kami di BGN pusat untuk melihat kualitas layanan SPPG. Itu menjadi masukan langsung bagi kami untuk evaluasi,” katanya. Ia menambahkan, transparansi menjadi kunci agar standar mutu Menu MBG tetap terjaga dan sesuai dengan pedoman gizi yang telah ditetapkan.

Program Menu MBG sendiri dirancang untuk memastikan siswa mendapatkan asupan nutrisi yang cukup dan seimbang. Karena itu, pengawasan bersama antara pemerintah dan masyarakat dinilai sangat penting demi menjaga kualitas makanan yang disalurkan.

Dadan juga menegaskan bahwa dirinya secara pribadi tidak pernah menyampaikan ancaman pemidanaan kepada siapa pun terkait unggahan Menu MBG. “Jadi saya pribadi tidak pernah bicara seperti itu. Tidak ada kebijakan BGN yang melarang masyarakat memposting menu MBG,” kata Dadan.

Ia pun mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya pada informasi yang tidak jelas sumbernya. Dengan keterbukaan dan kolaborasi publik, program Menu MBG diharapkan berjalan transparan, akuntabel, serta benar-benar memberi manfaat bagi para siswa di seluruh Indonesia. (red)

0 Komentar