JAKARTA – Sanksi PSSI akhirnya resmi diumumkan oleh Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) terkait laga uji coba Timnas Indonesia U-23 melawan Mali. Keputusan ini langsung menjadi sorotan karena menyangkut pelanggaran administrasi dalam pertandingan internasional lintas konfederasi.
Dalam sidang yang digelar Komite Etik dan Disiplin AFC pada Rabu (25/2), federasi sepak bola Indonesia dinyatakan melanggar regulasi pertandingan internasional. Sanksi PSSI dijatuhkan karena keterlambatan pemberitahuan terkait laga uji coba antara wakil Asia (AFC) dan Afrika (CAF).
AFC menilai PSSI tidak memenuhi ketentuan dalam Regulasi Pertandingan Internasional, khususnya Pasal 11 yang mengatur prosedur laga uji coba internasional level dua. Keterlambatan administrasi tersebut disebut sebagai pelanggaran ketujuh yang tercatat atas nama PSSI dalam konteks serupa.
Baca Juga:Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 Bikin Langit Memerah! Catat Jam Puncaknya Sebelum TerlewatGugat Status Tersangka Kasus Haji, Kuasa Hukum Gus Yaqut Sebut KPK Gunakan Pasal Kedaluwarsa
Akibat pelanggaran tersebut, sanksi PSSI berupa denda sebesar US$1.500 atau sekitar Rp25 juta resmi diberlakukan. Denda itu wajib dibayarkan paling lambat 30 hari setelah keputusan ditetapkan.
Meski nominalnya tergolong kecil untuk ukuran federasi, sanksi PSSI tetap menjadi catatan penting dalam tata kelola administrasi pertandingan internasional. Hingga kini, belum ada keterangan resmi apakah keputusan tersebut akan diajukan banding. Namun melihat nilainya, kemungkinan besar PSSI tidak akan menempuh jalur keberatan.
Terkait sanksi PSSI ini, Sekretaris Jenderal PSSI, Yunus Nusi, belum memberikan tanggapan resmi saat dihubungi. Pihak federasi masih belum menyampaikan pernyataan terbuka mengenai langkah yang akan diambil.
Menariknya, dalam putusan yang sama, AFC juga menjatuhkan hukuman kepada sejumlah federasi lain seperti Vietnam, Uzbekistan, Irak, serta beberapa klub dari berbagai negara. Namun jenis pelanggaran yang dilakukan berbeda-beda, tergantung kasus masing-masing.
Sanksi PSSI ini menjadi pengingat bahwa aspek administrasi dalam sepak bola internasional tidak kalah penting dibanding performa di lapangan. Kesalahan sekecil apa pun dalam prosedur resmi bisa berujung pada denda dan catatan disiplin dari konfederasi.
Ke depan, publik berharap PSSI lebih cermat dalam memenuhi regulasi internasional agar tidak kembali terkena sanksi serupa. Pasalnya, di tengah upaya membangun citra positif sepak bola nasional, kepatuhan terhadap aturan AFC menjadi hal yang tak bisa ditawar. (red)
