Puluhan Siswa di Cimahi Diduga Keracunan MBG, SPPG Karangmekar 002 Dihentikan Sementara

foto ilustrasi MBG .jpg
foto ilustrasi MBG . (istimewa)
0 Komentar

CIMAHI – Kasus dugaan keracunan makanan menimpa puluhan pelajar di Kota Cimahi setelah mengonsumsi menu program Makan Bergizi Gratis (MBG). Para siswa dari jenjang TK, SD, hingga SMP dilaporkan mulai mengalami gejala seperti mual, muntah, dan pusing pada Rabu (25/2/2026) sekitar pukul 17.30 WIB, atau beberapa jam setelah menyantap makanan yang dibagikan.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Cimahi, Mulyati, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia menyebut sejumlah siswa langsung dilarikan ke beberapa rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. “Ya, betul, ada dugaan (keracunan MBG). Beberapa anak masuk ke RSUD Cibabat, RS Mitra Kasih, dan RS Dustira. Semua pasien sudah tertangani,” kata Mulyati di RSUD Cibabat, Rabu (25/2/2026).

Berdasarkan data awal, 11 siswa sempat dirawat di RSUD Cibabat, dua siswa di RS Mitra Kasih, dan satu siswa di RS Dustira. Namun dalam perkembangan terbaru, jumlah korban tercatat bertambah menjadi 43 orang. Rinciannya, 33 orang terdaftar di RSUD Cibabat, lima di RS Mitra Kasih, dan lima lainnya di RS Dustira. Sebagian pasien sudah diperbolehkan pulang, sementara lainnya masih menjalani perawatan dan observasi.

Baca Juga:Jabar Ambil Jalan Berbeda: Pajak Kendaraan Pribadi Tetap, Angkutan Umum Dipangkas di 2026PDIP Buka Data APBN: Anggaran MBG Rp 223 Triliun Diambil dari Dana Pendidikan

Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, memastikan kondisi para korban terus membaik. “Di RSUD Cibabat, pasien yang masuk 33 orang, yang dirawat empat orang, yang pulang 22 orang, sekarang diobservasi tujuh orang. Di Mitra Kasih ada lima pasien, dirawat tiga dan dua sudah pulang. Di Dustira jumlahnya lima, empat dirawat dan satu pulang,” ujarnya di RSUD Cibabat, Kamis (26/2/2026). Ia menambahkan, mayoritas korban merupakan peserta didik, bahkan satu guru dilaporkan ikut mengalami gejala setelah menyantap menu MBG berupa onigiri, apel, susu, dan telur.

Mulyati menjelaskan, menu MBG tersebut disalurkan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) kepada berbagai penerima manfaat, mulai dari Posyandu, TK, SD, hingga SMP. “Dibagi dari SPPG itu ada yang untuk Posyandu, SD, SMP, TK juga. Jadi ada yang dimakan setelah buka puasa dan untuk anak-anak kecil barangkali ada yang dimakan di posisi siang jam 11 atau jam 12,” jelasnya. Dinas Kesehatan juga telah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan agar siswa yang bergejala segera dirujuk ke fasilitas kesehatan terdekat.

0 Komentar