Kericuhan Berulang di Babakan, Satu Orang Diamankan, Polisi Perketat Patroli

Tawuran di Babakan
Dua kelompok suporter bola tawuran di jl. Pangeran Sutajaya, depan balaidesa Babakangebang
0 Komentar

CIREBON – Dua malam berturut-turut wilayah Babakan Gebang, Kec Babakan, Kab Cirebon diguncang kericuhan yang melibatkan geng motor dan iring-iringan suporter sepak bola.

Peristiwa terjadi pada Selasa malam (17 Februari) dan kembali berulang Rabu malam (18 Februari), menjelang 1 Ramadan sekitar pukul 22.00.

Kericuhan dipicu konvoi suporter Persib Bandung dan kelompok The Jakmania yang melintas di Jalan Raya Babakan. Situasi memanas hingga balai desa dilaporkan menjadi sasaran serangan. Warga menyebut pelaku melemparkan bom molotov, memicu kepanikan pengguna jalan dan masyarakat sekitar.

Baca Juga:Dewa United Debut di BCL 2026, Siap Ukir Sejarah Baru di Level AsiaMudik Gratis 2026 Resmi Dibuka Askrindo, 2.150 Tiket Disiapkan untuk 13 Rute Favorit Termasuk Cirebon

Warga, pedagang, hingga aparat desa mengaku resah. Setiap momentum pertandingan, jalur Babakan disebut kerap menjadi lintasan konvoi gabungan dari beberapa desa yang berujung gesekan.

Kuwu: Tidak Ada Gunanya Tawuran

Kuwu Babakan Gebang, Yeni Setiati, menyampaikan keprihatinannya. “Menurut saya pribadi dan masyarakat pada umumnya, tidak ada gunanya buang-buang waktu dengan tawuran. Itu merugikan kita semua, termasuk suporter Persib, The Jakmania, geng motor dan sejenisnya,” tegasnya.

Ia menilai Babakan Gebang selalu menjadi titik dampak, padahal konvoi yang melintas merupakan gabungan dari beberapa desa.“Kami merasa dirugikan dan terganggu. Tempat kerusuhan adanya di Babakan Gebang,” ujarnya.

Kuwu juga mendorong agar pelaku yang terlibat dapat diidentifikasi secara jelas. Ia berharap ada dokumentasi lengkap agar menjadi efek jera dan menumbuhkan rasa malu. Namun di sisi lain, ia mengajak kedua belah pihak yang masih memiliki hati nurani untuk duduk bersama.

“Kalau kedua belah pihak ingin berdamai, apalagi ini bulan Ramadan, mari kita duduk bersama, bicara baik-baik, rembug bersama, menyatakan sikap perdamaian dan saling memaafkan,” katanya.

Polisi: Tidak Ada Korban Jiwa, Satu Orang Diamankan

Kapolsek Babakan, AKP Sugiharto, S.H., saat dikonfirmasi JP, Kamis (19/2/2026) pagi menyampaikan bahwa tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

“Alhamdulillah dari mulai kejadian tadi malam sampai sekarang tidak ada korban jiwa dan tidak ada korban atau pelapor,” ujarnya.

Baca Juga:Lirik Lagu Religi "Terpeluk Sunyi"Jejak Kontroversi Ijazah Jokowi dari 2019 hingga 2026 yang Tak Kunjung Tuntas

Polisi juga telah mengamankan satu orang yang diduga terlibat. “Satu orang berhasil kita amankan, warga Desa Kudukeras,” jelasnya.

0 Komentar