Pulang Kampung, Dede April Getarkan Cirebon Timur

Pulang Kampung, Dede April Getarkan Cirebon Timur
0 Komentar

CIREBON – Jalan kecil di pinggir sawah Kecamatan Pabedilan, Kabupaten Cirebon, yang biasanya hanya dilalui petani dan warga lokal, mendadak kehilangan sunyinya pada Jumat (2/1/2026). Sejak siang hari, deru mesin kendaraan tak putus, klakson bersahutan, dan manusia datang dari segala arah.

Pulang Kampung, Dede April Getarkan Cirebon TimurKomunitas D’Brug didaulat menjadi salah satu band pembuka konser kemenangan April.

Semua menuju satu titik: Lapangan Sepak Bola Pasuruan. Hari itu, Cirebon Timur menyambut kepulangan putra daerahnya—Dede April, juara 3 Dangdut Academy (DA) 7. Sebuah kepulangan yang menjelma perayaan rakyat. Kemacetan Dua Kilometer, Dari Sawah ke Panggung Dangdut. Antusiasme warga tak terbendung. Arus lalu lintas di Jalan Gatot Subroto hingga Jalan Panjaitan tersendat sejak tengah hari.

Baca Juga:Donornya Gratis dan Sukarela, Mengapa Pasien Tetap Harus Bayar Saat Butuh Darah?Diduga Lakukan Pelecehan, Sopir Pribadi Plt Direktur RSUD Brebes Bakal Dipolisikan

Kendaraan dari arah Ciledug–Losari maupun sebaliknya terjebak di jalur sempit yang menuju pusat keramaian. Kemacetan mengular hingga sekitar dua kilometer. Titik terparah berada di tikungan Desa Dukuh Widara dan pertigaan Desa Pasuruan, lokasi yang memang tak dirancang untuk menampung ribuan kendaraan sekaligus.

Minimnya ruang gerak membuat warga setempat turun tangan. Tanpa rompi, tanpa peluit resmi, mereka mengatur lalu lintas sebisanya—mengandalkan isyarat tangan dan teriakan singkat.

“Dari sini ke lapangan cuma sekitar satu kilometer, tapi macetnya sudah panjang sejak siang,” kata Asep (38), warga Dukuh Widara, sambil sesekali menghentikan motor yang memaksa masuk jalur alternatif.

Lautan Manusia di Tengah Desa

Konser dimulai sekitar pukul 13.00 WIB. Tak hanya Dede April, panggung juga diramaikan oleh deretan artis papan atas Pantura. Hingga menjelang sore, sekitar pukul 17.00 WIB, lapangan masih dipenuhi ribuan penonton.

Dari kejauhan, kerumunan itu tampak seperti lautan manusia—padat, berwarna, dan bergerak mengikuti irama musik. Warga datang bersama keluarga, remaja berkelompok, pedagang kaki lima berderet di pinggir lapangan. Sebuah pesta rakyat yang lahir secara organik.

Menariknya, meski kemacetan parah terjadi di sejumlah titik, suasana tetap relatif kondusif. Tidak ada ketegangan berarti, tak terdengar keributan. Yang ada hanya rasa bangga yang sama.

Pulang Kampung, Dede April Getarkan Cirebon TimurR. Adi Putra, salah satu wartawan JP, berkesempatan bertemu Dede April dalam Konser Kemenangan yang dihadiri puluhan ribu penonton, Jumat (2/1/2026).

0 Komentar