“Kebetulan tadi preparenya hanya 5 menit untuk mengonsep perkusi dengan lagu yang dibawakan, mengingat kesibukan masing-masing. Jadi nyamannya bagaimana ya kita mainkan. Karena pada event ini kita dadakan dan tanpa latihan resmi,” kata adik dari Sanggar Bu Nani ini.
“Saya harus bisa memahami tentang karakter masing-masing khususnya tentang skill dan kualitas. Tapi kita bersyukur karena D’ Brug & Rock Percussion ini disatukan oleh feel,” terang Erik.
Ia mengaku sangat senang bisa bergabung dengan D’Brug yang tidak membatasi aktivitas para anggotanya dalam berkomunitas. “Semoga D’Brug bisa selalu tampil di dalam ruang-ruang seni dan selalu diikutsertakan. Selain edukasi, kami juga ingin menyampaikan bahwa D’Brug pernah ada dan akan selalu ada. Semoga ini bisa menjadi gambaran generasi yang sudah lewat maupun yang akan datang,” tandasnya. (jay)
