“Awalnya ada banyak yang gak setuju. Namun akhirnya sebagian setuju, karena mereka dihembuskan informasi bahwa setuju atau tidak, perpanjangan tower akan tetap dilakukan. Akhirnya mereka setuju, karena ada kompensasinya juga. Padahal kan tidak seperti itu caranya. Untuk diketahui, warga yang setuju itu pun banyak yang masih kerabat pemilik lahan dan letak rumahnya berada di ring 2 juga ring 3 atau jauh dari tower. Sedangkan kami yang menolak ini rumahnya berada di ring 1 atau lokasi yang paling dekat dengan tower dan paling beresiko terhadap keselamatan,” terangnya.
Dahlan dan warga lainnya berharap masalah ini bisa diselesaikan dengan mempertimbangkan berbagai aspek khususnya kesehatan dan keselamatan, bukan hanya pada kompensasi atau aspek bisnis semata. Bahkan Ia dan warga lainnya dengan tegas akan tetap menolak berapapun kompensasi yang diberikan.
“Keputusan kami sudah bulat, bahwa kami menginginkan tower itu dibongkar dan dipindahkan. Bukan masalah nominalnya pak, ini demi keselamatan kami,” tegas Dahlan diamini warga lainnya yang hadir. Warga juga meminta selama polemik ini belum beres, agar pengoperasian tower dinonatkifkan dahulu. “Ini kan masih diurus dan belum tahu akan jadi diperpanjang atau dipindahkan, harusnya ya jangan beroperasi dulu,” harap warga.
Begini Pernyataan Kuwu Kalimeang
Baca Juga:Pimpinan DPRD Dukung Kejari Sumber Usut Kasus Korupsi Taman PataraksaDPRD Kab Cirebon Sorot Pelayanan Kesehatan Akibat Kuota UHC BPJS Habis
Sementara itu, saat dikonfirmasi JP keesokan harinya, Kamis (4/7/2024), Kuwu Kalimeang Hatikah menyampaikan bahwa Pemdes sangat berhati-hati dalam menyikapi masalah ini dan tidak memihak kubu manapun alias netral. Bahkan hingga kini kuwu belum menandatangani surat permohonan perpanjangan izin tower mengingat masih adanya polemik dan adanya persyaratan yang belum lengkap.
Kuwu Kalimeang, Hatikah saat dikonfirmasi wartawan JP di kantornya, Kamis, 4 Juli 2024.
“Kami dari pemdes memang dalam posisi yang dilema. Kalau tetap mempertahankan tower itu, kasihan masyarakat yang 6 orang, pasti merasa tersakiti. Tapi mudah-mudahan pihak tower dan pemilik lahan mau membuka jalan untuk mediasi untuk mencari solusi yang terbaik. Dan kami dari desa siap memfasilitasi kalau memang dibutuhkan, selagi itu untuk kebaikan bersama. Karena bagaimanapun, baik pihak yang setuju maupun yang tidak setuju, semuanya adalah warga saya,” ungkap Kuwu Kalimeang.
