“Setelah saya lacak atas informasi dari rekan AS yang bernama BO dan YD, ternyata mobil saya digadai tanpa hak di Losari, tepatnya di H. KSR Bos Ayam. Awalnya H. KSR transfer kepada AS Rp 10 juta, lalu transfer lagi Rp 15 juta, lalu AS minta lagi uang tambahan Rp 2 juta, sehingga totalnya mobil itu digadaikan oleh AS kepada KSR Rp 27 juta,” ungkap H. Sono, seraya menegaskan bahwa belakangan diketahui mobil miliknya digadaikan AS kepasa H. KSR sejak bulan Agustus 2023.
Bukti transfer dari H. KSR kepada pihak yang menggadaikan mobil milik H. Sono RS. Artinya itikad untuk menggadaikan unit tersebut sudah diniatkan sejak awal sewa.
Guna meyakinkan bahwa informasi dari BO dan YD itu benar, H. Sono RS akhirnya mendatangi H. KSR bersama IL (rekan AS saat awal-awal sewa mobil). Dan memang antara IL dan KSR sudah saling kenal.
Baca Juga:Pegi Alias Perong Dibekuk Polda Jabar Di Bandung7 Terpidana Kasus Vina Cirebon Diboyong ke Polda Jabar
Seiring berjalannya waktu, ada info dari 2 rekan H. Sono yakni NN dan DR, bahwa keduanya mendengar kabar bahwa AS habis transaksi jual mobil atau gadai (unit mobil lainnya). Dikabarkan rekan H. Sono, AS akan bertamu di rumah H. DW di Desa ciledug Tengah (samping stasiun). Lalu H. Sono RS datang ke rumah H. DW. Dan benar AS ada di rumah H. DW.
“Lalu langsung saya ajak AS ke rumah saya untuk dimintai pertanggungjawaban mengenai mobil saya yang digadaikan oleh AS” ungkapnya.
“Akhirnya dia bayar ke saya untuk 3 bulan (bulan 9, 10, dan 11) Rp10 juta, lalu saya bilang ini masih kurang. Lalu dia nambah lagi Rp 3 juta. Nah setelah itu sudah, hilang lagi sampai sekarang,” ulasnya.
Kemudian, karena kabar tersebut sudah sampai kepada keluarga AS, akhirnya pihak keluarga AS menjalin komuikasi dengan H. Sono dan menjanjikan urusan ini akan segera dielesaikan. Dan memang benar, bibi dari AS akhirnya datang dan menjajikan akan dibayar.
Namun janji tinggal janji, hingga kini urusan mobil tersebut masih menggantung dan belum menemukan titik penyelesaian. Keluarga dari AS pun tidak lagi merespon pesan atau telepon dari H. Sono. Terlebih, keberadaan AS hingga kini tidak diketahui.
