Antar Arem-arem dari Kuwu, Perangkat Desa Pabuaran Lor Panjat Pagar Rumah

Antar Arem-arem dari Kuwu, Perangkat Desa Pabuaran Lor Panjat Pagar Rumah
KONFIRMASI - Kuwu Pabuaran Lor (kiri) saat dikonfirmasi JP terkait polemik perangkat desa dan pengalihan bantuan beras di kediamannya, beberapa waktu lalu sebelum terjadi insiden pamong panjat pagar.
0 Komentar

“Gak ada yang nangis histeris mas, hoax,” jawab kuwu. Lalu JP menyarankan untuk validitas peristiwanya seperti apa, kuwu bisa langsung cek kepada para pihak terkait. “Boleh nanti aku cari tahu dulu,” pungkas Kuwu Pabuaran Lor.

Sementara saat dikonfirmasi kembali atas jawaban PG dan Kuwu Pabuaran Lor, Perangkat Desa lama Adi Rusmana, Jumat (29/3/2024) malam kembali menegaskan bahwa apapun ceritanya, sikap memanjat pagar rumah orang adalah tindakan yang salah, terlebih dalam urusan kedinasan.

“Intinya apapun itu, karena di dalam rumah tersebut ada saya dan keluarga saya, jelas tindakan memanjat pagar adalah salah, ini soal etika dan atitude. Kalau soal istri dan anak saya menangis, itu bukan hoax. Istri saya menangis di dalam, dan sudah saya tenangkan. Saya bilang ke dia, ini masalah saya, jadi jangan nangis. Jadi pas dia ke depan dan ketemu perangkat desa, istri saya sudah tidak menangis lagi. Gitu penjelasannya,” pungkas Adi Rusmana saat dihubungi JP via telepon. (tim jp)

0 Komentar