Saat ditanya apa tuntutannya kepada PG atas insiden ini, Adi menjawabnya singkat. “Tuntutannya dia minta maaf. Terutama sama istri saya, baik secara pribadi maupun kedinasan (Pemdes Pabuaran Lor). Sudah itu saja,” ucap Adi.
PG: Itu Rumah Milik Ortu Saya
Sementara itu, saat dikonfirmasi JP pada Sabtu (23/3/2024) malam, PG membenarkan dia memang memanjat pagar rumah tersebut saat mengantarkan arem-arem dan surat pengunduran diri perangkat lama bernama Adi Rusmana. PG yang kini menjabat sebagai Kaur Perencanaan dan Program Desa Pabuaran Lor ini pun merasa tindakannya tidak salah, karena rumah tersebut adalah milik orang tuanya.
“Sok silahkan mau dilaporkan atau diberitakan gak masalah. Toh itu rumah milik orang tua saya. Dan saya memanjat pagar itu juga setelah berkeliling rumah, dari samping, tidak ada jawaban. Jadi terpaksa saya naik pagar rumah orang tua saya sendiri. Sebetulnya kalau mau saya ceritakan kekesalan saya ke dia juga banyak kang, tapi saya rasa gak pantas lah kalau diumbar,” ujarnya.
Baca Juga:RSUD Waled Percantik Ruang Pelayanan dan Mantapkan Program Rekam Medis ElektronikMakin Dipercaya Publik, bank bjb Raih Penghargaan The Best Corporate Secretary and Communication di Ajang ICCA 2024
PG juga merasa tindakannya cukup beralasan karena Ia beranggapan bahwa Adi tidak kooperatif dalam hal pengurusan surat pengunduran diri dan arem-arem titipan kuwu ini. “Dia hubungi oleh perangkat desa dia dari siang tapi gak diangkat, WA gak dibalas. Akhirnya saya inisiatif datang ke rumahnya bersama rekan perangkat lain. Sampai rumah dia, gerbangnya dikunci padahal masih jam setengah 9 malam. Saya juga kesal dan ingin masalah ini cepat beres,” ujar PG sang pamong desa yang bertitel Sarjana Hukum (S.H) ini. Adapun pengarem-arem untuk enam perangkat desa lainnya diantar oleh Cahyo, yang kini menjabat sebagai Lugu Polisi desa setempat.
Sedangkan Kuwu Pabuaran Lor Anggi Pratiwi saat dikonfirmasi sehari pasca kejadian, Ia mengaku belum mendengarnya. “Ga ada mas. Saya ga tahu berita itu. Kayanya aku tahu yang lapor siapa. Semua sudah tandatangan secara kekeluargaan dan diselesaikan di dinas DPMD,” tulis kuwu lewat pesan whatsapp.
Beberapa saat setelah berbalasan pesan WA dengan wartawan JP, Kuwu kembali menulis pesan bahwa istri dan anak perangkat lama (Adi Rusmana) yang katanya menangis dan histeris adalah hoax.
