Sementara itu, Kuwu Babakan Gebang Yeni Setiati saat dikonfirmasi JP terkait agenda Muslub DKM besok, Ia membenarkannya. Kata Yeni, keputusan mengganti jajaran pengurus DKM melalui musyawarah luar biasa tersebut bukan tanpa dasar. Dirinya bertindak demikian karena banyaknya aduan dari masyarakat terkait sikap Ketua DKM yang membuat masyarakat tidak nyaman khususnya ketika agenda pilwu kemarin.
“Masyarakat ngadu ke saya, bahwa yang bersangkutan sering melakukan pernyataan ujaran kebencian khususnya di medsos, pernah juga melakukan kampanye di masjid dan ada juga aduan-aduan lainnya. Alhasil sekarang terkumpul sekitar 400 tandatangan dari tokoh masyarakat, tokoh agama, dan masyarakat Babakan Gebang yang menyatakan sikap mosi tidak percaya dan menginginkan pergantian kepengurusan DKM,” ungkapnya didampingi sekretaris desa Babakan Gebang.
Ditanya apakah ada masalah lainnya, misal terkait pengelolaan keuangan DKM, Yeni menjawabnya singkat. “Kita belum sampai ke arah sana ya. Ini lebih pada Ketua DKM yang tidak bisa menjaga sikap, padahal harusnya sebagai Ketua DKM bisa memberikan contoh yang baik,” terangnya.
SK DAN BERITA ACARA KETUA DKM
Baca Juga:Sat Reskrim Polrestro Bekasi Ungkap Kasus, Salah Satu yang Menonjol Kasus 338Bandar Obat Berkedok Warung Kelontong Cabuli Gadis Di Bawah Umur
Yeni menegaskan, terkait pergantian kepengurusan DKM Ia mengaku tidak gegabah dalam mengambil kebijakan tersebut. Sebagai kuwu, Ia sudah menempuh langkah prosedural termasuk berkoordinasi dengan Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kecamatan Babakan, DMI Kabupaten Cirebon, juga Ketua KUA Kec Babakan. Ditanya apakah pihak Pemdes sebelumnya pernah membuka ruang untuk berkomunikasi dan membicarakannya secara kekeluargaan, Yeni dengan diamini Sekdes menjawabnya pernah melakukan hal tersebut dengan mengutus perangkat desa namun saat itu tidak mendapat respon dari Ketua DKM. (tim jp)
SURAT UNDANGAN MUSLUB DENGAN KOP PEMDES BABAKAN GEBANG
