Pemdes Undang Pihak Terkait dalam Musyawarah Luar Biasa, Ketua DKM Tak Terima
CIREBON – Pemdes Babakan Gebang mengundang sejumlah pihak guna membahas kepengurusan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Besar Nurul Huda yang terletak di Desa Babakan Gebang, Kecamatan Babakan, Kabupaten Cirebon. Adapun agenda intinya adalah Musyawarah Luar Biasa (Muslub) pergantian pengurus DKM pada Jumat, 3 November 2023 besok.
IKHWANUDIN SAAT MENUNJUKKAN SK SEBAGAI KETUA DKM BESAR NURUL HUDA HINGGA 2026
Baca Juga:Sat Reskrim Polrestro Bekasi Ungkap Kasus, Salah Satu yang Menonjol Kasus 338Bandar Obat Berkedok Warung Kelontong Cabuli Gadis Di Bawah Umur
Menyikapi hal itu, Ketua DKM Nurul Huda Ikhwanudin mengaku tidak terima dengan adanya keputusan yang dinilainya sepihak tersebut. Ia pun menyampaikan bahwa agenda Muslub itu terkesan terburu-buru, mengingat kepengurusan DKM yang dikomandoinya itu, berdasarkan SK terhitung sejak 2021 hingga 2026 mendatang. Mengenai alasan substansi pemberhentian DKM tersebut, menurut Ikhwanudin juga tidak jelas.
“Masalahnya apa saya sendiri tidak tahu. Isi suratnya hanya Mosi tidak Percaya dan pergantian pengurus DKM saja, tanpa menyebutkan dengan jelas alasannya apa,” ungkap Ketua DKM Nurul Huda Babakan Gebang, Kamis (2/11/2023).
Ia menjelaskan bahwa setelah berkonsultasi dengan sejumlah pihak seperti jamaah, tokoh agama, ulama, dan masyarakat, Ia diminta melakukan hal serupa yakni dengan menggalang tanda tangan sebagai bentuk dukungan keberlanjutan kepengurusan DKM. Hal tersebut juga dikatakan Ketua DKM telah dilakukan oleh Pemdes Babakan Gebang yang di komandi Kuwu Yeni. Ia juga menegaskan, sebelum muncul surat bertema Muslub, dirinya tidak pernah diundang oleh pihak Pemdes guna membicarakan masalah ini secara kekeluargaan.
“Tidak pernah ada undangan atau ajakan untuk membahas masalah ini sebelumnya dari pihak pemdes. Padahal saya sendiri menunggu momen tersebut sampai pada akhirnya muncul surat tentang Muslub ini. Kalau berkaitan dengan pengelolaan masjid, Alhamdulillah, Mesjid Nurul Huda semakin baik, aman dan makmur. Menara sudah jadi tinggal sedikit lagi, ruangan ber-AC, ada 9 cctv, semua sarana juga bisa digunakan dengan baik. Kaitan pengelolaan anggaran kami juga mengelolanya dengan transparan dan semuanya baik pemasukan, sumbangan donatur, maupun pengeluaran diumumkan setiap hari Jumat,” terangnya.
Ditanya apakah masalah ini berkaitan dengan dukung mendukung saat Pilwu Serentak kemarin, Ketua DKM menjawabnya diplomatis. “Ya saya memang mendukung kubu lain, tapi kan pilwu itu sudah berlalu dan sudah ada pemenangnya yaitu Kuwu Yeni. Sekarang tidak ada lagi kubu nomor 1, nomor 2, atau nomor 3. Yang ada adalah masyarakat Babakan Gebang dalam satu kesatuan yang utuh. Pernyataan ini pun sempat disampaikan Bu Yeni saat dinyatakan menang. Sekarang bagaimana kita membangun Desa Babakan jadi lebih maju lagi, adapun kami di jajaran DKM bertekad menjadikan Masjid Nurul Huda yang sudah baik menjadi lebih baik lagi,” harap Ketua DKM yang akrab disapa Pak Iwang ini.
