CIREBON – Prestasi membanggakan kembali diraih Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Shohwah yang ada di Desa Dompyong Kulon, Kecamatan Gebang, Kabupaten Cirebon. Ponpes yang dipimpin oleh KH. Makdor Amin Lc itu baru saja dinobatkan sebagai peraih Juara III lomba film pendek yang digelar oleh Rabithah Ma’ahid Islamiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (RMI-PBNU) dalam menyambut Hari Santri Nasional 2023.

Film pendek karya dari Madrasah Aliyah (MA) Al-Shohwah itu berjudul “Memory dan Luka”. Film itu terkesan sederhana namun kaya akan makna. Alurnya mengisahkan perjuangan seorang santriwati bernama Ayla dalam menghafal Alquran. Meski awalnya terpaksa karena didesak orang tuanya, namun akhirnya Ia berhasil menghafal 5 juz dalam Alquran.
Suatu hari Ayla mendapat telepon dari orang tuanya. Dengan sumringah Ayla pun menerima telepon tersebut karena Ia ingin bercerita tentang keberhasilannya menghafal Alquran. Namun justru kabar duka-lah yang didapatkannya. Orang tua Ayla meninggal dalam sebuah kecelakaan. Ayla akhirnya bertekad menuntaskan harapan orang tua yang telah tiada dengan mengabdikan diri sebagai ustazah.
Baca Juga:Bey Machmudin Lantik Dicky Saromi sebagai Penjabat Wali Kota CimahiBey Machmudin Peringati Hari Santri di Tasikmalaya
Terkait prestasi tersebut, sang pendiri sekaligus pengasuh Ponpes Al-Shohwah KH. Makdor Amin Lc mengaku bangga dan bersyukur. “Alhamdulillah, sangat tidak menyangka anak-anak kami bisa meraih juara dalam event tersebut dan mewakili Kabupaten Cirebon ke Surabaya. Tentunya kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas support semua pihak yang membantu dalam perlombaan ini,” ujarnya, Selasa (24/10/2023).
MA AL SHOHWAH MERAIH JUARA III LOMBA FILM PENDEK DALAM RANGKA PERINGATAN HSN
Ia pun berpesan agar para santrinya terus belajar dan menggali potensi. “Untuk anak-anaku terus gali potensi yang ada di dalam diri dan jangan cepat puas dengan apa yang telah dicapai. Terus berjuang dan tingkatkan lagi prestasi yang sudah diraih,” ujar Kyai lulusan Al Azhar – Mesir ini.
Sekedar informasi, agenda lomba yang digelar RMI-PBNU itu terdiri dari lomba fotografi nasional, melukis digital wajah kiai, film pendek, Musabaqah Qawaid Fiqhiyyah, syair bahasa Arab, dan mengajar kitab kuning.
Ulun Nuha, salah seorang panitia menyampaikan, pemenang lomba-lomba itu telah diumumkan panitia dan diberi hadiah dalam bentuk uang pembinaan, trofi, dan sertifikat. Penyerahan hadiah tersebut berlangsung pada malam ‘Sarung Nusantara’ di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (21/10/2023) lalu. (jay/jp)
