Dalam musyawarah tersebut, selain mendamaikan pihak panser dan pihak TNI ada juga beberapa dari warga yang mengusulkan kepada pemerintah khususnya pihak kodim agar tidak memakai pihak ketiga yaitu pemenang tender sebagai pengelola gerbang otomatis dari parkir area masjid. Karena keinginan warga agar tetap dikelola secara penuh oleh masyarakat sekitar dari dua kelurahan.
Pengelolaan tersebut lanjutnya, itung-itung sebagai komepnsasi moril dengan bisa mencari rezeki disana. Karena mereka terkena dampak akibat pembangunan masjid seperti berupa debu dan kebisingan. Untuk diketahui, warga pun sampai mengadukan permasalahan ini kepada DPRD Kota Bandung, Pemerintah Kota Bandung dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
“Kami sudah mengajak serta warga untuk membantu dalam mengelola/mengatur parkir 12 orang dari yang asalnya 90 orang, karena keterbatasan area jadi tidak bisa sebanyak yang diminta oleh pihak warga dan kami pun sudah memberi tahu warga agar tidak ada pungutan sepeser pun terhadap kendaraan di dalam area selain dari pengelola parkir di dalam area masjid,” tutur Eddy Perwakilan Kodim.
Baca Juga:Peringati 10 Muharram, MTsN 1 Cirebon Gelar Bhakti Sosial Pembagian Paket SembakoFajarPaper Terima Penghargaan PJ Bupati Bekasi atas Sinergitas dan Dukungan kepada KKSA
Setelah adanya diskusi dan meluruskan permasalahan pemukulan yang terjadi, kedua belah pihak sepakat berdamai dan tidak akan memperpanjang masalah tersebut dan akan terus intens berkomunikasi agar tidak terjadi kesalah pahaman serupa di kemudian hari. (dov)

