FajarPaper Dukung Program Ramadhan Berbagi Cinta Kasih DAAI TV

FajarPaper Dukung Program Ramadhan Berbagi Cinta Kasih DAAI TV
0 Komentar

BEKASI – PT Fajar Surya Wisesa Tbk (FajarPaper), produsen kertas kemasan terkemuka yang merupakan anggota dari SCGP di Indonesia, bekerja sama dengan DAAI TV (Televisi Cinta Kasih) dalam “Program Ramadhan Berbagi Cinta Kasih”. Dalam program tersebut FajarPaper ikut memberikan bantuan dengan menyediakan makanan buka puasa kepada 1.000 anak yatim dan dhuafa yang berasal dari 10 panti asuhan di daerah Jakarta dan Parung, Kabupaten Bogor. Acara tersebut berlangsung mulai dari tanggal 03 sampai dengan 12 April 2023 dan dalam kegiatan terakhir yang terlaksana di Istana Yatim Piatu dan Dhuafa Baitul Qurro Parung, Kabupaten Bogor (12/04/2023).

FajarPaper yang diwakili oleh Jefri D. Tambunan (HR Stategic & Business Partner General Manager) dan tim CSR ikut hadir untuk bertemu langsung dengan anak-anak panti sekaligus ikut berbuka bersama dan menyerahkan bantuan 50 paket alat tulis untuk anak-anak panti serta kenang-kenangan untuk Ibu Ayya selaku pembina panti.

Istana Yatim Piatu dan Dhuafa Baitul Qurro diketahui dijalankan oleh Ibu Ayya yang meneruskan ajaran orang tuanya sejak dahulu tentang pentingnya belajar Al-Quran di pengajian. Kemudian ajaran berbagi kebaikan tersebut dilanjutkan oleh Bu Ayya kepada anak-anak yang berada di panti asuhan tersebut. Beberapa anak diketahui sudah putus sekolah, dan membutuhkan bimbingan untuk belajar dan bertumbuh. Untuk itu, bukan hanya pelajaran agama saja yang diberikan oleh pembina ataupun guru relawan lainnya yang mengajar di sana, melainkan pelajaran lain seperti bahasa inggris, matematika, calistung(membaca menulis berhitung) juga ikut diberikan kepada anak panti.

Baca Juga:RSUD Waled Mantapkan Sistem Pelayanan Kesehatan RujukanDPRD Bentuk Empat Pansus Raperda Inisiatif

Selain anak yang sudah cukup umur untuk belajar terdapat juga anak yang masih berumur 1 tahun namun sudah tidak memiliki ayah, untuk itu pembina panti mengarahkan para ibu untuk dapat belajar dan bergabung bersama UMKM yang ada di panti seperti membuat kipas, topi, wadah ataupun prakarya lainnya yang terbuat dari anyaman bambu.

Ayya Susi Damayanti (Bu Ayya) sebagai Pembina Istana Yatim Piatu dan Dhuafa Baitul Qurro menyampaikan, panti ini sudah dianggap sebagai rumah kedua, banyak anak-anak yang tidak bisa melanjutkan sekolah dan kebanyakan dari mereka terkadang ingin menyerah dan berhenti karena tidak dapat membayar biaya sekolahnya, di luar kesulitan lain yang dirasakan oleh tiap anak karena mereka bagaimanapun tetap membutuhkan sosok orang tua untuk bersandar.

0 Komentar