Kementerian RI dan Pemerintah Kabupaten Bekasi Bohongi Petani

Kementerian RI dan Pemerintah Kabupaten Bekasi Bohongi Petani
0 Komentar

Selanjutnya, Kementerian Pertanian meminta informasi lapangan terkait lahan terdampak banjir. 

“Jika Sudah Kabarkan Kepada Kami,” ungkap Fauzi seraya menirukan Pejabat Kementerian Pertanian. 

“Kami meminta kepada Kementerian pasokan bibit sesuai data area pertanian yang terdampak banjir,” kata Pejabat Penyediaan Benih Kementan RI. 

Baca Juga:Gub Jabar Beri Kadeudeuh Atlet SEA Games dan Para GamesSafari Ramadhan, Nyumarno Resmikan Sarana Olahraga di Perumahan Central Park

Namun hasil tersebut, lanjut Fauzi, pada tanggal 21 maret 2023 benih belum juga direalisasikan kepada Petani terdampak banjir. Kementerian Pertanian berkilah bahwa, bantuan benih akan dikirimkan pada bulan Juni-juli 2023 atas dasar Pemkab Bekasi tidak memiliki data Pertanian yang akurat. 

Setelah para Petani Penggerak Gotong Royong (PGR) Bekasi melakukan Statement dan menuntut keadilan kepada Instansi Pemkab Bekasi. Maka, pada tanggal 24 maret 2023 benih tahap I direalisasikan di tiga Desa, Kecamatan Sukakarya. 

“Kemudian, pada tanggal 30 maret 2023 realisasi benih tahap II di tiga Desa, Kecamatan Sukakarya dengan volume ± 15 Ton. Setelah upaya merealilsasikan dalih pernyataan Kementerian RI dan Pemkab Bekasi mengumumkan di media massa bahwa, ‘Kementerian RI dan Pemkab Bekasi sudah menyalurkan bantuan benih pada Petani terdampak banjir’ dengan poin pernyataan kurang lebih 10.000 Hektar terdampak banjir, Kementerian dan Pemkab Bekasi merealisasikan 262 Ton bibit padi untuk Kecamatan Cabangbungin, Pebayuran sebagai janji bantuan lanjutan di tanggal 28-29 maret 2023 dan yang dianggap terparah tidak di lakukan,” imbuhnya. 

Hal pernyataan Pemkab Bekasi sampai saat ini benih bantuan lanjutan untuk Petani terdampak banjir belum terealisasi dari jumlah 262 Ton yang dijanjikan kepada Petani terdampak banjir. 

“Artinya kami menganggap pembohongan kepada petani,” tutur Fauzi. 

“Selain itu, dampak-dampak banjir lahan pertanian dan merugikan petani akibat tidak cepat respon Pemkab Bekasi dan Kementerian Pertanian RI menangani permasalahan banjir di lahan pertanian dan nasib petani kami menyimpulkan dampak keterlambatan tanam pangan. Kerugian ekonomi para petani berimbas dengan kalkulasi kurang lebih 2 juta per hektar. Melakukan penyemaian dan penanaman 2-3 kali. Penanaman tidak merata mengakibatkan banyaknya Hama dari dampak lahan banjir. Kelangkaan benih, menyebabkan harga benih sangat mahal dengan kalkulasi kurang lebih 100 ribu per 5Kg. Keterlambatan panen raya. Dan, bunga beban pinjaman Petani pada tengkulak semakin besar,” sebutnya. 

0 Komentar