Merujuk dari sedikitnya tiga kejadian besar di atas mengusik redaksi JP untuk melakukan investigasi terkait penyaluran LPBD di Kabupaten Cirebon. Karena tidak menutup kemungkinan ada sejumlah Koperasi yang mendapatkan bantuan tersebut, khususnya di wilayah Cirebon Timur, dimana keberadaan koperasi di sana relatif banyak.
Nasabah Koperasi Simpan Pinjam Di Cirebon Khawatir
Di sisi lain, redaksi JP juga mendapatkan aduan dari nasabah koperasi simpan pinjam bahwa terjadi kejanggalan karena dia sempat ditelepon oleh pihak koperasi tersebut padahal cicilannya sudah lunas.
“Ya saya khawatir saja data saya dimanipulasi. Bisa saja saya adalah anggota koperasi yang mendapat bantuan LPDB dengan bunga ringan itu, tapi oleh pihak koperasi saya dibebankan sebagai anggota biasa dengan bunga yang jelas lebih tinggi. Terlebih informasi soal LPDB Koperasi ini sama sekali tidak disampaikan oleh pihak koperasi simpan pinjam kepada nasabahnya,” keluh seorang nasabah Koperasi Simpan Pinjam di Cirebon timur.
Baca Juga:Jumat Barokah, Sat Intelkam Restro Bekasi Bareng Polsek Kedungwaringin Bagikan Paket SembakoKanit Reskrim Polsek Kedungwaringin Berikan Penyuluhan Tentang Bahaya Narkoba Kepada Kawula Muda
Sebagai tambahan informasi, tahun 2022 ini, pemerintah telah menyalurkan dana bergulir sebesar Rp 80,3 miliar yang disalurkan kepada 8 mitra koperasi konvensional dan 6 mitra koperasi syariah.
Direktur Utama LPDB-KUMKM Supomo mengatakan, sinergi maupun kolaborasi antar lembaga maupun Pemerintah Daerah terus diintensifkan agar penyaluran dana bergulir dapat berjalan optimal.
Direktur Utama LPDB-KUMKM Supomo mengatakan saat ini pihaknya terus mendorong penyaluran dana bergulir yang ditargetkan sepanjang 2022 mencapai Rp 1,8 triliun. Anggaran pemerintah yang fantastis tersebut tentunya harus didukung dengan pengawasan yang baik dan ketat dari semua stakeholder terkait. Seperti halnya pengawasan dari Dinas Koperasi dan UMKM Kab Cirebon dalam mengawasi koperasi-koperasi yang ada di wilayahnya. (Jay/Adi/JP)
