Ia juga bercerita bahwa untuk memberangkatkan anaknya dan mengumpulkan uang hingga Rp 60 juta tidaklah mudah. Sebelum anaknya berangkat, ibu korban juga tengah berada di luar negeri dan sedang bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Qatar. Dan Ia terpaksa pulang ke tanah air karena kabar duka tersebut. “Kenapa ibu gak berangkat lagi,” tanya JP.
“Belum kuat saya mas, saya gak ikhlas. Minta pulang gak dipulangkan. Saya kasih biaya gede untuk dia berangkat. Saya juga jadi pembantu untuk biaya sekolah anak,” ujar ibu dua anak ini sambil terus menangis. Diakhir wawancara, Mimih menegaskan janji yang disampaikan pihak sponsor yakni akan mengembalikan biaya keberangkatan anaknya sebesar Rp 60 juta rupiah.
“Waktu itu sempat janji akan mengembalikan tapi sampai sekarang belum ada (pengembalian). Saya juga meminta barang-barang dan dokumen-dokumen anak saya dikembalikan, Tapi sampai sekarang malah menghilang, dan gak ada kabar kelanjutannya seperti apa,” pungkasnya.
Makrus LPK Al Amien: Siap Penuhi Tuntutan Keluarga Korban
Baca Juga:Satreskrim Polresta Cirebon Bekuk Produsen Elpiji Oplosan Di PalimananPerawat Gantung Diri Gara-gara Diteror Pinjol
Sementara itu, Makrus, selaku Ketua LPK Al-Amien Kalimaro yang juga berperan dalam memberangkatkan korban ke luar negeri menjelaskan kronologi singkat keberangkatan hingga meninggalnya korban saat dikonfirmasi langsung Jabar Publisher di kantornya, Rabu (31/8/2022).
Ia pun menegaskan akan bertanggungjawab dan mengabulkan tuntutan keluarga korban. Hanya saja, langkahnya terganjal oleh keterlibatan pihak lain yakni pihak PT (Agency) dari Cianjur yang bernama Pak Dede.
“Awalnya mau berangkat ke Korea, tapi gak lulus-lulus. Lalu ditanya kalau ke Turki atau Polandia bagaimana? Dia jawab mau, akhirnya Tubagus dibawa ke Cianjur dan kursus Bahasa Inggris serta medical check up nya pun disana,” katanya.
Mengapa korban tidak langsung dipulangkan saat mengeluh sakit, tanya JP. “Soal pemulangan, saya sudah ngomong ke Pak Dede agar dipulangkan, karena Pak Dede juga saat itu ada di Turki dan sempat bertemu ibu korban. Terus Pak Dede bilang nunggu Tubagus agak sembuh dulu, baru dipulangkan ke Indonesia. Akhirnya ibunya pulang duluan ke Indonesia baru mayat anaknya menyusul,” jelasnya.
