Perawat Gantung Diri Gara-gara Diteror Pinjol

Perawat Gantung Diri Gara-gara Diteror Pinjol
0 Komentar

Ibu Korban Sering Dapat Ancaman

Bahkan, lanjut Joko, ibunya juga pernah mendapat ancaman para penagih pinjol. Sebab, selama ini korban mencantumkan nomor ibunya sebagai saudara tidak serumah yang bisa dihubungi. “Ibunya juga sering ditagih, bahkan sampai diancam. Bahkan, tak jarang ibunya membayar utang korban,” tambah Joko.

Sementara itu, Nardi salah seorang keluarga korban yang ditemui di lokasi kejadian, mengatakan bahwa sebelum diketahui gantung diri, korban sempat berulang kali ditelepon oleh salah satu penyedia jasa pinjaman online (Pinjol). Ibunya juga sempat mendapat tagihan pinjol dari panggilan telepon atas nama tagihan korban.

“Dari handphone ditelepon pinjol, marah ke anaknya. Anaknya ditanya, dijawab nanti mau bayar, tapi tidak dijawab berapa jumlahnya,” ujarnya.

Baca Juga:HAORNAS 2022 Wapres: Terus Berkolaborasi untuk Pertumbuhan Industri Olahraga NasionalRidwan Kamil Menari Ronggeng Beken Bersama 3.000 Penari di Kota Bekasi

Sedangkan, pihak kepolisian hingga saat ini masih melalukan pendalaman untuk mengetahui secara pasti penyebab gantung diri GRD. “Menurut info dari keluarga ada tunggakan dari pinjol, tetapi motif masih kita dalami lagi,” ulasnya.

OJK Harus Buat Regulasi Aturan & Etika Pinjol Saat Menagih NasabahSementara itu, Koko Ali Permana SH, MH, Ketua Laskar Indonesia saat diwawancarai JP mengatakan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) harus mengatur secara rinci aturan dan sanksinya terkait penagihan pinjol ini. “Ya memang selama ini ada aturannya, seperti harus dibekali identitas, dilarang mengancam, harus terdaftar di OJK, dan sebagainya. Tetapi bagaimana pengawasannya? Faktanya korban bunuh diri karena pinjol terjadi lagi. Karena dari pengamatan kami, para korban ini yang diserang sisi psikologisnya, tidak sebanding dengan nilai utangnya,” tegas Kang Koko. (red/jp)

0 Komentar