BEKASI – Sat Res Narkoba Polres Metro Bekasi berhasil tangkap 3 orang sindikat pengedar narkoba jenis ekstasi dan sabu yang dikirim dari luar negeri, yaitu Kongo – Belgia – Jerman ke Indonesia dengan modus pengiriman paket. Penangkapan ketiga sindikat ini merupakan hasil pengembangan dari tanggal 28 Juli hingga 21 Agustus 2022.
Kapolres Metro Bekasi, Kombes Pol Gidion Arif Setyawan menjelaskan, koordinasi antara pihak Bea Cukai Soekarno Hatta terhadap 3 resi paket pengiriman dan dari hasil pemantauan bahwa 2 paket pengiriman diduga berisi sabu dan tertahan di Bea Cukai negara Jerman, sedangkan 1 paket pengiriman berhasil lolos ke Indonesia.
Dari hasil koordinasi dengan petugas Bea Cukai Soekarno Hatta selanjutnya dilakukan Control Delivery terhadap alamat yang dikirim, namun dari pengecekan data penerima dan alamatnya fiktif.
Baca Juga:Hadiri Lomba Merayakan Indonesia Percaya, Ridwan Kamil: Tumbuhkan Semangat KebersamaanGEBYAR DESA Wagub Jabar Apresiasi di Kabupaten Cirebon Tak Ada Desa Tertinggal
“Adanya petunjuk pengiriman ulang paket tersebut ke daerah Grand Wisata Bekasi yang diinfokan, diduga penerima (pengendali) ke dua lokasi di Grand Wisata Bekasi,” ungkapnya, Selasa (23/08/2022) siang.
“Masuk ke Indonesia lewat Grand Wisata yang sedianya akan diedarkan di daerah Jakarta dan dari tersangka dilakukan pengamanan sebanyak 4.911 butir ekstasi,” tambahnya.
Kalau lihat gambarnya, kata Gidion, ini ada sekitar 6 jenis. Kemudian beratnya sekitar 2.140,4 gram kalau disetarakan atau dikalkulasikan harganya sekitar Rp3 Miliar. Kemudian, dikumpulkan lagi kalau ini dipakai oleh orang perorangan itu setidaknya kita menyelamatkan 19.884 jiwa dari dampak penyalahgunaan narkotika.
Dan yang kedua adalah, sabu ini tersangkanya Muhammad Bano Satria Bin Abdul Salim (26) sebanyak 60 gram sabu.
“Mereka tidak bekerja sendiri seperti layaknya sindikat, mereka juga ada pengendalinya dan kita sudah bekerja sama dengan Lapas yang terkait pengendalinya berasal dari sana,” ujarnya.
Tapi, lanjut Kapolres, ini bagian dari penegakkan hukum yang integratif baik Bea Cukai kemudian kepolisian dan Lapas.
“Kemudian, kenapa lewat Bekasi? Ya ini mobile namanya, mereka selalu mencari tempat yang memungkinkan untuk transaksi untuk naruh barang narkoba ini. Kan alur barang, alur uang, alur orang itu pasti berbeda. Mereka mencari mobile untuk mencari tempat yang aman, dan apalagi sekarang dengan gerakan-gerakan dan komitmen untuk pasti ruang-ruang itu menjadi sempit, maka kerjasama antar stakeholder dari Bea Cukai, kepolisian kemudian Lapas itu sangat penting untuk mengurai sindikat itu di daerah Jakarta mungkin juga dari Bekasi,” imbuh Kapolres.
