Sementara itu, Bupati Cirebon, Drs H Imron MAg menyambut baik rapat koordinasi tersebut. Menurutnya, persoalan yang sedang dihadapi Pemerintah Kabupaten Cirebon adalah tingginya angka korupsi di semua lini. Persoalan korupsi juga sangat berdampak buruk kepada semua sektor kehidupan.
“Korupsi itu kejahatan yang luar biasa, maka penanganannya juga harus sangat luar biasa. Saya menyambut baik arahan dari KPK terkait masalah PSU ini. Karena akhirnya, asset Pemda akan bertambah dan mulai terkumpul kembali,” kata Bupati Imron.
Imron menambahkan, pihaknya saat ini sudah bekerjasama dengan baik tekait masalah pencegahan korupsi. Pemerintah Kabupaten Cirebon sudah menjalin kemitraan, baik dengan kepolisian maupun kejaksaan.
Baca Juga:Picu Kemacetan Karena Penyempitan Jalan, Puluhan Bangli Dibongkar Satpol PPRekontruksi Pembacokan Iska Nurrohmah, Kanit Jatanras: Korban Sempat Bercerita dan Peluk Tunangannya Sebelum Meninggal
Untuk itu, dirinya meminta semua pihak, terlebih ASN di Kabupaten Cirebon untuk bisa bekerjasama dengan baik, dan menjalankan tugas sesuai dengan koridor aturan yang berlaku.
Sebelumnya diperoleh informasi, Brigjen Yudhiawan membawa tim dari DKI, Banten dan Jawa Barat. Ketika ditanyakan soal itu, Yudhiawan tidak membantah.
“Ya betul, kami datang dengan tim komplit. Tapi, ini belum dengan tim penindakan,” jelasnya kepada wartawan di Kantor Bupati Cirebon.
Kedatangan KPK pada Kamis (31 Maret 2022), menjadi buah bibir di kalangan pejabat dan ASN. Pertanyaan yang muncul tentang siapa yang ditangkap dan kasus apa.
Nyatanya, kedatangan petugas KPK dalam rangka koordinasi terkait manajemen aset. Sementara ini semua pejabat bisa bernafas lega. Namun tak menutup kemungkinan jika KPK kembali datang dengan agenda yang berbeda. (red/dbs)
