KETUA FORKOLIM CILEDUG, SUHERMAN (KANAN)
“Mengapa tidak ada kirab dan arak-arakan karena Pandemi yang masih lumayan, terlebih dengan adanya Omicron. Rencana kirab awalnya memang ada namun akhirnya dihilangkan dan hanya diisi dengan diskusi tentang keimanan,” terang Kang Herman begitu Ia akrab disapa. Pihaknya juga menjelaskan, selama kegiatan para undangan tetap menjaga prokes dan jumlah undangan pun dibatasi. “Kekecewaan pasti ada, tapi apa boleh buat, kita harus mengerti dengan keadaan. Daripada tidak digelar sama sekali,” tandasnya.
Diakhir wawancara Herman berharap dalam ketidak pastian kapan Pandemi berakhir, ia meminta pemerintah mencari solusi terbaik. “Harapan saya pemerintah bisa menyiasati bagaimana supaya Pandemi cepat berlalu. Virus mungkin tidak akan hilang, artinya pemerintah harus mengupayakan dengan baik supaya semua unsur tidak mati suri atau tidak stagnan. Sektor pariwisata harus jalan, aktivitas lintas Iman harus jalan, ekonomi juga harus pulih,” tegasnya.
Di akhir wawancara, Herman juga memerikan ulasan terkait situasi Covid di lapangan. “Masyarakat Ciledug bisa memahami situasi di lapangan. Sejauh ini masyarakat selalu mengindahkan seruan dari Ketua Satgas Covid Ciledug. Dan doa kita semua, semoga perayaan pada tahun-tahun besok, bisa seperti dulu lagi,” pungkasnya.
Baca Juga:DPRD Kab Cirebon Apresiasi Kerukunan Umat Pada Perayaan Capgomeh Di CiledugKetua Komisi II DPRD Kupas Isu Infrastruktur Tahun 2022 Di Cirtim
Acara semakin semarak ketika salah seorang anggota DPRD Kabupaten Cirebon Dapil Ciledug dan sekitarnya yakni Mad Saleh, hadir ditengah tengah para undangan. Dalam wawncara khusus dengan Tim JP ia pun mengapresiasi terkait keberagaman budaya dan agama yang ada di Ciledug namun hingga saat ini tetap kondusif dan hidup berdampingan.
KETUA KOMISI II DPRD KAB CIREBON MAD SALEH (KANAN)
“Saya sebagai wakil rakyat sangat senang diundang oleh masyarakat dalam acara Capgomeh ini, apalagi di dalamnya ada Forkolim. Kehadiran saya di sini sekaligus untuk menampung aspirasi, dan alhamdulillah kita sudah betul-betul menciptakan suasana kondusif dan hidup dalam kebersamaan meski di Ciledug ini ada keberagaman umat,” ucapnya.
Menyinggung perayaan Capgomeh yang sederhana, Mad Saleh yang juga Ketua Komisi II DPRD ini meminta semua pihak agar memakluminya. “Kita semua tahu, negeri ini masih dilanda Pandemi Covid-19, disusul dengan adanya Omicron. Kecewa itu pasti ada, tapi kita kembalikan lagi di adanya momen ini berbarengan dengan situasi covid yang kembali meningkat, jadi harus dimaklumi,” jelasnya. DPRD juga mengapresiasi kiprah Forkolim yang sudah sejak lama berkecimpung dalam menjalin kerukunan antar umat beragama. Tetap semangat, tetap bersatu padu, dan saling menghargai satu sama lain,” pesannya. (jay/adi)
